Pulpis Pertahankan Potensi Lumbung Padi untuk Kalteng

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang siap dijadikan sebagai daerah penyangga pangan nasional. 
Ini karena Kabupaten berjuluk Bumi Handep Hapakat ini memiliki dua kecamatan yang sangat berpotensi sebagai penghasil padi terbesar setelah Kabupaten Kapuas.
"Dua kecamatan itu, Kecamatan Pandih Batu dan Maliku. Keduanya sangat siap dijadikan lumbung padi untuk penyangga pangan nasional," ucap Bupati Edy kepada sejumlah wartawan, Kamis (28/5/2020).
Sebelumnnya, kata Bupati Edy, baik Ketua DPRD Pulpis H Ahmad Rifai, Kapolres Pulpis, AKBP Yuniar Ariefianto menyambut kunjungan Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri bersama Kapolda Kalteng, Irjen Dr Dedi Prasetyo, Danrem 102 Panju Panjung Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, dan Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu.
Kedatangan rombongan dari Provinsi itu tidak lain untuk memastikan kesiapan Kabupaten Pulang Pisau sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional di wilayah Kalteng.
"Dan kita tegaskan untuk Kecamatan Pandih Batu dan Maliku siap dijadikan lumbung padi sebagai penyangga pangan nasional, khususnya di Belanti Siam (Kecamatan Pandih Batu)," tuturnya.
Kemudian, lanjut Edy, Kabupaten Pulang Pisau memiliki lahan pertanian seluar 33.000 hektare dengan luas lahan cadangan sekitar 11.000 hektare, dan sekitar 5.500 hektare lahan sawah baru.
"Selama ini masyarakat kita mengandalkan hasil bercocok tanam. Sekarang juga sistem pengairan kita sudah memadai," tukasnya.
Ia menambahkan, sejauh ini untuk tanaman padi sendiri, masyarakat petani Pulang Pisau, khususnya di Desa Belanti Siam rata-rata menghasilkan 4 ton per hektare dengan panen dilakukan dua kali dalam setahun.
"Tidak hanya padi yang menjadi panen andalan di kita, jagung juga adalah hasil yang menjanjikan. Saat ini, yang menjadi permasalahan bagi masyarakat ialah pada pemasaran hasil panen, sehingga sangat diperlukan kerja sama dengan Bulog dalam hal pemasaran hasil panen," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG