PSKH, Wahid Yusuf: Perlu Evaluasi Penutupan Menuju Pasar Besar

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Penerapan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) menuju New Normal di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mulai dilakukan. Ini ditandai dengan penutupan akses jalan menuju Pasar Besar.
Kondisi ini membuat Wakil Ketua I DPRD Kota Palangka Raya, Wahid Yusuf meminta agar kebijakan menutup akses jalan tersebut perlu dievaluasi oleh Pemkot Palangka Raya.
"Menurut hemat saya, penutupan akses jalan dalam rangka penerapan PSKH menuju new normal ini di satu sisi ada baiknya, namun satu sisi juga menimbulkan persoalan baru," ungkapnya, Rabu (3/6/2020) malam.
Politisi Partai Golkar ini menerangkan, jalur menuju pasar menjadi macet. Macetnya ruas ini bukan karena ada masyarakat mau ke pasar untuk berbelanja, tapi macet karena traffic kendaraan cukup banyak.
Masalah lainnya, lanjutnya, dengan lokasi parkir dijadikan dalam suatu wilayah yang telah ditentukan di luar komplek pasar, maka menjadikan pasar menjadi sepi pembeli.
"Kalau kebijakan ini tidak dievaluasi, maka yang kasian para pedagang. Mereka mengeluh karena sepi pembeli. Otomatis pendapatan mereka juga sedikit," imbuhnya.
Lebih lanjut, selama pandemi Covid-19 ini sudah banyak cara yang dilakukan pemerintah daerah melalui Gugus Tugas, di antaranya dengan mengadakannya rapid test massal kepada para pedagang dan warga yang tinggal di sekitar komplek Pasar Besar.
Selain itu, sambungnya lagi, juga dilakukan pengaturan terhadap jarak antar pedagang yang menggelar dagangan, termasuk pengaturan lokasi parkir.
"Cara-cara tersebut menurut saya belum bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi para pedagang selama pandemi ini," tukasnya.[kenedy]

loading...
TAG