Lestarikan Populasi Ikan, Sudiarto: Jangan Menangkap dengan Bahan Berbahaya

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Keberlangsungan populasi ikan perlu dijaga. Tepat jika kemudian penggunaan bahan atau alat berbahaya, dilarang untuk menangkap ikan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sudiarto SE, Selasa (23/6/2020) mengimbau masyarakat agar jangan menangkap ikan menggunakan bahan dan alat berbahaya.
Menurutnya, bahan dan alat berbahaya tersebut seperti berupa racun ikan jenis putas dan alat setrum listrik.
Mantan Kepala Desa Babai ini mengatakan, selain berbahaya bagi pengguna dan masyarakat, bahan racun putas dan setrum listrik bisa memicu keberlangsungan populasi ikan.
"Khususnya keberlangsungan populasi ikan di Sungai Barito dan anak sungai Barito itu," terang Sudiarto.
Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengutarakan, menggunakan bahan dan alat berbahaya tersebut juga dapat mengganggu usaha petani nelayan dalam budidaya keramba ikam pada sungai.
Sebab, lanjutnya, dipastikan terkena imbas efek dari bahan berbahaya itu dan mengakibatkan kerugian materi maupun inmateri.
Karena itu, hendaknya masyarakat dalam mencari ikan harus menggunakan bahan alami atau tradisional, berupa alat pancing ikan, lunta, rengge, dan alat yang bisa menjaga keberlangsungan ikan atau kearifan lokal.
"Karena bahan itu tidak berbahaya, dan tidak mengganggu usaha budidaya ikan masyarakat," pungkasnya.[deni]

loading...
TAG