Jaga Kesehatan, Rusinah: Waspada Bahan Berbahaya

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Menjaga kesehatan tak sekedar mengonsumsi makanan bergizi. Lebih dari itu, makanan yang masuk ke tubuh juga harus steril dari bahan berbahaya.
Karena itu, kewaspadaan akan bahan-bahan makanan berbahaya penting dilakukan, termasuk bagi siapa pun pembuat makanan juga harus waspada terhadap penggunaan bahan berbahaya itu.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel) Kalimantan Tengah, Rusinah Andelen mengimbau masyarakat agar mewaspadai bahan makanan yang dijual para pedagang mengandung bahan bersifat berbahaya bagi kesehatan.
"Seperti contohnya penggunaan pemanis buatan pada bahan makanan, zat pewarna, dan bahan kimia lainnya," tuturnya, Kamis (14/5/2020).
Apalagi, lanjutnya, saat ini sedang berada di bulan suci ramadhan, tentunya banyak para pedagang berjualan bahan makanan takjil Ramadan. Bahan makanan tersebut hendaknya harus menggunakan bahan alami yang sifatnya tidak berbahaya bagi kesehatan.
"Ini penting agar imun atau daya tahan tubuh selalu bugar. Seumpama makanan yang disajikan tidak sehat, tentunya berdampak pada kesehatan. Ini juga berdampak pada rentannya terserang berbagai macam penyakit," jelasnya.
Selain itu, politisi Partai Nasdem ini, saat ini kita tengah berusaha memutus mata rantai pandemi Covid-19. Tentunya pola hidup sehat, salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19 dengan pola makan yang sehat pula.

"Apabila pola asupan makan kita tidak sehat, tentunya sangat rentan terserang berbagai macam penyakit. Khususnya penyakit menular seperti Covid-19 ini," imbuhnya.

Karenanya, lanjut Rusinah, hendaknya kita semua saling mendukung, agar penularan Covid-19 cepat berlalu dengan menerapkan imbauan pemerintah. Salah satunya dengan cara berperilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

"Agar segala macam penyakit tidak mudah menulari lantaran daya tahan tubuh kita senantiasa bugar, karena asupan makanan yang dikonsumsi senantiasa sehat dan bergizi," pungkasnya.[deni]
loading...
TAG