Beralih Fungsi?, Legislator Ini Minta Tinjau Ulang Operasional Jembatan Timbang

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS - Masih dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Anggota DPRD Kapuas, Kalimantan Tengah, Rusmianur meminta pengelola yang berwenang meninjau fungsi jembatan timbang yang berada di Jalan Trans Kalimantan km, 12,5 Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas.

Menurut legislator dari Partai Hanura ini, sejatinya fungsi jembatan timbang yang berada di bawah pengelolaan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XVI Provinsi Kalteng, Dirjen Perhungan Darat Kemenhub, fungsinya sebagai sarana  dan pemantau aset.

Namun belakangan diduga dijadikan rest area atau tempat singgah sejumlah armada angkutan dari kota Banjarmasin, khususnya pada saat lengang tengah malam.

"Kami harapkan ini bisa ditinjau ulang. Atau ada solusi lain, misal armada angkutan barang tidak lagi masuk gerbang jembatan timbang, dan harus dipersilakan lewat jalan luar," beber Rusmianur, Senin (4/5/2020).

Apabila, lanjutnya, mobil angkutan barang yang masih diwajibkan masuk jembatan timbang, maka seolah-olah lokasi jembatan timbang menjadi rest area atau tempat peristirahatan. 

"Karenanya diharapkan gerbang masuk armada, agar diportal. Dikhawatirkan ada salah seorang sopir, tanpa diketahui padahal sudah terpapar Covid-19, maka akan menularkan ke petugas dan masyarakat di sekitar jembatan timbang," tegas Rusmianur.

Dikatakan wakil rakyat ini, kebanyakan angkutan barang melintasi Kapuas dari Banjarmasin pada tengah malam. Lantaran tidak diportal, armada angkutan langsung masuk di jembatan timbang.

Padahal, sesuai aturan pemerintah selama pandemi Covid-19 untuk arus angkutan orang jenis mobil akan diperketat, kecuali angkutan barang, sembako logistik kesehatan milik pemerintah.

"Kalau dibiarkan tidak diportal dikhawatirkan ada penyebaran Covid-9, karena para sopir berkumpul istirahat di sana, untuk itu pihak pengelola yang berwenang kami minta menyikapi hal tersebut," tutupnya.[zulkifli]
loading...
TAG