Pemkab Barut segera Bagi Sembako kepada 7.503 KK

Print Friendly and PDF
MUARA TEWEH - Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus melakukan langkah cepat dalam pecegahan Covid-19 termasuk penanganan dampak sosial terhadap masyarakat miskin terkait Covid-19. 
Hal ini tertuang dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H Nadalsyah didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Para Camat/Lurah  de-Kabupaten Barito Utara yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (9/4/2020).
Nadalsyah menyampaikan, Covid-19 sudah mendunia dan telah ditetapkan sebagai pandemi. Bahkan sudah sampai ke Kabupaten Barito Utara, di mana ada beberapa orang Barito Utara yang baru datang dari kegiatan itjima ulama di Sulawesi dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan. 
"Mereka yang baru pulang sudah kita kirim ke Palangkaraya untuk mendapatkan pemeriksaan dan alhamdullah dari 10 orang yang kita kirim 7 orang diantaranya diyatakan negatif dan 3 orang masih menunggu hasil laboratorium," jelas Nadalsyah. 
Ia berharap agar 3 orang tersebut nanti hasil labnya negatif juga, sehingga Barito Utara tetap menjadi daerah Zona Kuning.
Nadalsyah sangat mengapresiasi kepada seluruh Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa yang sudah mendirikan Posko Tim Gugus Tugas untuk mencegah penuralan masuk ke Kabupaten Barito Utara. 
Terlebih, sebagian posko ada yang berjaga 24 jam untuk memeriksa masyarakat yang masuk ke Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Untuk mengantisipasi dampak dari penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Barito Utara terhadap masyarakat, Pemerintah telah memberlakukan berbagai kebijakan. 
Di antaranya yakni penggratisan PDAM dan akan dilaksanakan pembagian paket sembako bagi 7.503 Kepala Keluarga masyarakat kurang mampu di Kabupaten Barito Utara berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. 
"Insya Allah tanggal 13 April nanti, sudah bisa kita bagikan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Saya memohon kepada camat dan lurah untuk membantu pengawasan pembagian sembako tersebut supaya betul-betul tepat sasaran," harap Nadalsyah.
Terakhir, Ia meminta kepada para camat agar dapat berkoordinasi dengan pihak perusahaan di wilayahnya untuk bersama-sama Pemerintah dalam penanganan Covid-19, terutama mobilitas para karyawan di perusahaan masing-masing. 
"Saya menyurati perusahaan untuk tidak memberi cuti kepada karyawannya, yang sudah terlajur cuti tidak boleh kembali ke Muara Teweh sementara wabah virus corona ini masih ada," tutup Nadalsyah.[ruhui/adv]
loading...
TAG