Pandemi Covid-19, Yayasan BOS Terapkan SOP Baru

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Seluruh pusat rehabilitasi orangutan milik BOS Foundation, termasuk di Nyaru Menteng, Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah (Kalteng) ditutup sementara untuk umum. Ini berlaku sejak 17 Maret 2020 karena pandemi virus Corona atau Covid-19.
CEO Yayasan BOS, Jamartin Sihite menuturkan, meskipun ditutup, namun kegiatan rehabilitasi orangutan tetap masih berjalan seperti biasanya. Hanya saja ada beberapa tambahan pada Prosedur Operasi Standar (SOP) harian yang diberlakukan.
Karena, lanjutnya, Yayasan BOS Nyaru Menteng tidak bisa sepenuhnya meniadakan kontak antara manusia dan orangutan, karena mereka membutuhkan pakan makanan dan perawatan sehari-hari.
"Kini kami fokus menjaga agar tim medis, babysitter, dan teknisi yang terus bekerja dekat dengan orangutan selalu sehat dan bekerja tetap terjaga kesehatan dalam lingkungan yang aman dan bekerja dengan nyaman," katanya, Kamis (9/4/2020).
Dijelaskannya, SOP baru ini dilakukan untuk memastikan orangutan yang memiliki kesamaan DNA 97 persen dengan manusia tidak terpapar Covid-19 dari tim. 
Para karyawan yang terus bekerja dengan orangutan diperiksa suhu tubuhnya dua kali sehari dan diberikan cuti begitu merasa demam atau tidak sehat.
"Semua karyawan yang bekerja wajib lebih sering mencuci tangan sesering mungkin dan menggunakan masker dan sarung tangan. Semua barang sekali pakai dibakar setiap hari setelah kerja usai," imbuhnya.
Menurutnya, prosedur ini meningkatkan penggunaan sabun tangan, masker dan sarung tangan, sementara persediaan saat yang bersamaan banyak permintaan pasar dan membuat harganya melonjak naik.
Seperti sarung tangan, lanjutnya, yang biasa para staf gunakan untuk sehari-hari kini harganya meningkat 167 persen, sedangkan APD untuk melindungi dokter hewan, BOS harus membayar dengan harga yang naik 762 persen dari sebelumnya.
Sementara itu, orang-orang di pusat rehabilitasi bekerja keras di bawah SOP baru untuk menyesuaikan SOP yang kini berlaku. 
"Para orangutan di pusat rehabilitasi tetap menjalani hari-harinya seperti biasa. Mereka masih mengikuti tahapan rehabilitasi di Sekolah Hutan setiap hari. Jadwal tidak berubah, mereka berangkat pagi dan kembali di sore hari setelah seharian menjelajah hutan dan berjelajah serta belajar," bebernya.
Lebih lanjut, jadwal pemberian pakan orangutan di pusat rehabilitasi maupun di pulau pra-pelepasliaran juga masih seperti biasanya, dua kali sehari, pagi dan sore.
Selain itu, pembersihan kandang orangutan juga sama, di pagi dan sore hari setiap hari tetap dilakukan seperti biasa. Petugas masih lakukan penyemprotan desinfektan tiga kali seminggu untuk memastikan kondisi sekitar pusat rehabilitasi tetap bersih dan sehat.
Para dokter hewan, babysitter, dan teknisi yang berdedikasi tinggi terus bekerja tanpa kenal lelah untuk memastikan kelangsungan hidup satwa liar yang dilindungi ini, orangutan di pusat rehabilitasi agar tetap sehat dan aman.
"Dedikasi ini berperan besar dalam pelestarian spesies yang sangat terancam punah ini," tegasnya.
Ditambahkan, di situasi sekarang pihaknya juga berusaha sebaik mungkin untuk menjaga kesehatan dan mengikuti prosedur keamanan untuk memastikan tetap sehat dan aman dalam bekerja, melindungi baik orangutan dalam perawatan.
"Kami bersyukur hingga saat ini belum ada kasus Covid-19 di dalam dan sekitar pusat rehabilitasi orangutan. Namun kami telah menyiapkan SOP kondisi darurat untuk antisipasi jika dibutuhkan, jika terjadi sudah disiapkan," tutupnya.[kenedy]
loading...
TAG