Wisatawan dari Negara Terdampak Corona Dilarang ke Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Banyaknya korban yang diakibatkan oleh penyebaran Virus Corona (Covid 19) jadi perhatian dari berbagai pihak di belahan dunia, tidak terkecuali Negara Indonesia dan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sebelumnya, pada pekan lalu Pemprov Kalteng melalui Dinas Kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa belum ada kasus terkontaminasi Covid 19 di Kalteng.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengungkapkan, Pemprov Kalteng menyiapkan tiga rumah sakit rujukan untuk menangani pasien berisiko terjangkit Covid-19.
Tiga rumah sakit tersebut sudah menyiapkan ruang isolasi untuk menangani pasien yang diduga terjangkit atau suspect. 
"Tiga rumah sakit umum daerah tersebut, diantaranya RSUD dr Doris Sylvanus di Palangka Raya, RSUD Sultan Imanuddin di Pangkalan Bun dan RSUD dr Murjani di Sampit," ungkapnya, Senin (16/3/2020).
Dibeberkannya, sebanyak 12 orang dari 15 orang terduga Virus Corona (Covid-19) di Kalteng dinyatakan negatif, sedangkan 3 lainnya masih menunggu hasil observasi.
Gubernur juga mengimbau agar tempat-tempat hiburan malam ditutup untuk sementara waktu. 
Hotel dan penginapan diimbau menyiapkan pengukur suhu tubuh tamu yang akan menginap jika ditemukan suhu tubuh di atas normal segera dirujuk ke rumah sakit yang telah ditetapkan Pemprov Kalteng sebagai rumah sakit rujukan.
"Masyarakat agar tidak panik, serta menimbun atau melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan, akibatnya terjadi kelangkaan bahan pokok," harapnya.
Sugianto juga berharap adanya peran aktif tokoh agama atau tokoh masyarakat agar turut menyosialisasikan pencegahan dan antisipasi virus Covid-19 ini.
"Terkait beberapa destinasi wisata, seperti Taman Nasional Sebangau dan Tanjung Puting terkait kedatangan wisatawan dari negara-negara terdampak tidak boleh dulu ke Kalteng," tegasnya.[kenedy]

loading...
TAG