Resmi, Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng Dibatalkan

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Kunjungan kenegaraan dari Kerajaan Belanda, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima di Kalimantan Tengah (Kalteng), tepatnya di Kota Palangka Raya yang dijadwalkan 11 hingga 13 Maret 2020, resmi dibatalkan.
Hal ini sehubungan dengan terjadinya kecelakaan yang menimpa tim pendahulu persiapan kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Palangka Raya serta tim Taman Nasional Sebangau 9 Maret 2020.
Karena itu, pihak Kerajaan Belanda dan Republik Indonesia telah bersepakat untuk membatalkan kunjungan.
Pembatalan tersebut berdasarkan surat dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Nomor 00109/PK/03/2020/63, perihal penyampaian pembatalan kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila ini.
Asisten Administrasi Umum Setda Kalteng, Lies Fahimah mengatakan, Pemprov Kalteng telah siap untuk melaksanakan kunjungan tersebut, bahkan Selasa 10 Maret 2020, Pemprov bersama pihak terkait menggelar Rakor Pamwil.
"Kami menyampaikan, sebagai tuan rumah Pemprov telah siap untuk kunjungan dimaksud, bahkan tetap melaksanakan Rakor Pamwil kemaren di Aula Eka Hapakat," ungkapnya, Rabu (11/3/2020).
Ditambahkannya, hal itu dilakukan merupakan bentuk keseriusan Pemprov terkait kunjungan tersebut. Namun dengan berbagai pertimbangan atas kejadian kecelakaan lalu lintas air pada saat survei persiapan kunjungan pada Senin (9/3/2020) lalu, pihak Kerajaan Belanda dan Pemerintah Republik Indonesia sepakat untuk membatalkan kunjungan tersebut.
"Dalam ranah keprotokolan internasional, ada yang disebut patsoen keprotokolan, yakni kondisi saling memahami antar negara, dikarenakan sesuatu dan lain hal, untuk sama-sama saling menjaga etika dan kondisi masing-masing negara terhadap sesuatu kegiatan yang ingin dilaksanakan," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG