Pembangunan Jangan Lepas dari Usulan Musrenbang

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau sudah selesai atau berakhir pada Jumat 28 Februari 2020.
Kecamatan Maliku sebagai kecamatan penutup dari agenda tahunan untuk merencanakan pembangunan di Kabupaten berjuluk Bumi Handep Hapakat ini.
Banyak dari hasil Musrenbang yang terangkum dan disepakati bersama dari delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
Di antara usulan skala prioritas masyarakat terbagi menjadi tiga bidang, yakni bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial budaya.
Dari ketiga bidang tersebut, infrastruktur lah yang mendominasi usulan pada masing-masing Musrenbang Kecamatan.
Musrenbang Kecamatan yang dihadiri Bupati, Ketua dan Wakil Ketua DPRD beserta para anggota, Kepala SOPD lingkup Pemkab Pulang Pisau, merumuskan dan menyepakati hasil usulan dari masyarakat skala prioritas.
Sehingga pelaksanaannya diharapkan menjadi keputusan bersama dalam melaksanakan pembangunan, mengingat Musrenbang merupakan salah satu forum tertinggi merencanakan pembangunan daerah.
Seperti disampaikan H Arif Rahman Hakim, salah satu Legislator dari Fraksi PPP DPRD Pulang Pisau. Ia menginginkan setiap usulan-usulan dari masyarakat jangan lepas dari hasil Musrenbang.
Sebab, lanjutnya, apabila lepas dari hasil Musrenbang maka dapat dipastikan pembangunan yang sifatnya skala prioritas tidak dapat terealisasi, sehingga akan terus menumpuk di usulan-usulan berikutnya.
"Contoh jangan hanya gara-gara ada kedekatan, lalu menghilangkan atau meniadakan kegiatan atau usulan dari hasil Musrenbang yang sudah sama-sama disepakati," tegasnya saat dikonfirmasi wartawan media ini, Sabtu (29/2/2020).
Melihat hal tersebut, lanjut Hakim, tentu nantinya membuat sesuatu kekecewaan dari pihak terkait yang sudah mengusulkan puluhan kali rencana pembangunan. Karena ternyata muncul usulan-usulan baru.
"Kita sebenarnya tidak menyalahkan siapa-siapa, misalkan ada usulan baru, hanya saja perlu dilihat asas manfaatnya, kalau memang usulan baru ini sifatnya prioritas atau mendesak silakan saja. Misal kaya ada bencana dan lain sebagainya bisa saja itu," pungkasnya.
Ia berharap dalam pelaksanaan pembangunan akan berjalan maksimal sesuai dengan harapan bersama.
"Tentunya dalam setiap pelaksanaan jangan sampai ada temuan yang berarti, agar kenyataannya sesuai harapan," tukasnya.[manan]

loading...
TAG