Isu Penutupan Pasar di Kalteng, Leonard: Tidak Benar Itu

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Beredarnya isu-isu yang beredar di masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait penutupan pasar karena dampak Covid-19 ini dibantah keras Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Ketua Gugus Tugas, Leonard S Ampung menegaskan, Pemprov maupun Gugus Tugas tidak ada agenda menutup pasar.
"Tapi kami imbau masyarakat tetap menjaga jarak, menggunakan masker, sesering mungkin cuci tangan, menerima uang kembalian bagaimana itu dalam kondisi steril, misalnya dengan masukkan uang ke plastik atau memakai sarung tangan sehingga mengurangi rekam jejak Virus Covid-19," jelasnya, Jumat (27/3/2020) sore.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar berita-berita yang ada disaring dulu. Jangan sampai ada kepanikan, seperti aksi borong. Pemprov juga sudah memastikan stok pangan aman sampai tujuh bulan ke depan.
Kemudian berkaitan dengan kemungkinan adanya keluhan dari pedagang yang mengalami kesulitan membayar cicilan atau kredit, Ia mengatakan, sesuai dengan edaran Presiden Republik Indonesia dalam video conference dengan Gubernur se-Indonesia, kredit mereka bisa ditunda pembayarannya. 
"Ini sedang kami koordinasikan pelaksanaannya. Pemprov Kalteng sedang memikirkan dan akan melakukan upaya-upaya untuk membantu masyarakat," ungkapnya.
Ditambahkannya, mekanisme pemberian bantuan sembako atau bantuan lainnya sedang digodok.
"Dinas Sosial dan Disnaker akan mendata dan menginventarisasi mayarakat kita yang terdampak, termasuk bantuan nantinya akan diberikan secara langsung atau berwujud sembako," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG