Belum Ada Kasus Terkonfirmasi Corona di Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah menyatakan data update tertanggal 11 Maret 2020 pada kasus Virus Corona ata Covid-19 di Kalteng menunjukan angka nol.
Dengan kata lain, sejauh ini di Bumi Tambun Bungai belum ada untuk kasus terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdapat enam orang, sementara orang dalam pemantauan (ODP) terdapat 1 orang.  
Fakta ini diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalteng, dr Endang Sri Lestari, Kamis (12/3/2020).
"Seseorang yang secara laboratorium dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 ialah seseorang yang sudah melalui beberapa tahap pemeriksaan," terangnya.
Sebut saja, lanjutnya, mulai dari pemeriksaan spesimen saluran nafas atas dengan swab tenggorokan dan dilakukan pemeriksaan PCR Covid-19. 
"Pada kasus terkonfirmasi infeksi COVID-19, pengambilan sampel akan dilakukan dengan frekuensi pemeriksaan tiap 2 hingga 4 hari sekali, sampai 2 kali hasil negatif dari kedua sampel serta secara klinis perbaikan, setidaknya 24 jam," beber Endang.
Dijelaskannya, pasien yang dinyatakan dalam pengawasan yakni seseorang yang memenuhi kondisi demam (≥38º C) atau ada riwayat demam, batuk/filek/nyeri tenggorokan dan pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala (sesak atau kesulitan bernafas) atau disertai gambaran pneumonia pada pemeriksaan secara radiologis (Rontgen Dada/Paru).
Memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak erat dengan orang yang baru datang dari daerah terjangkit 14 hari sebelum timbul gejala dan petugas kesehatan yang sakit dengan gejala sama setelah merawat pasien ISPA berat yang tidak diketahui penyebab penyakitnya, tanpa memperhatikan riwayat bepergian atau tempat tinggal.  
Lebih lanjut ia menjelaskan, pasien yang mengalami infeksi saluran nafas akut dengan tingkat keparahan ringan sampai berat dan memenuhi salah satu kondisi berikut di antaranya riwayat kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19, bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang merawat pasien terkonfirmasi Covid-19 dan kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan pada 14 hari terakhir ke Provinsi Hubei, China, termasuk Kota Wuhan.
"Pasien yang tergolong Orang Dalam Pemantauan, seseorang yang memenuhi kondisi berikut di antaranya sedang Demam (≥38º C) atau ada riwayat demam, batuk/filek/nyeri tenggorokan," jelasnya.
Kemudian, sambungnya, memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak erat dengan orang yang baru datang dari daerah terjangkit  ≤ 14 hari sebelum timbul gejala atau orang tanpa gejala diatas tetapi dengan riwayat perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari terakhir.
Saat ini, terdapat 139 Rumah Sakit (RS) rujukan khusus untuk merawat pasien suspect corona yang tersebar di seluruh dunia. Untuk Kalteng sendiri terdapat 3 RS, diantaranya RS Doris Sylvanus RS Murjani Sampit dan RS Imannudin Pangkalan Bun.
Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan pada masyarakat, diantaranya cuci tangan dengan air dan sabun sedikitnya selama 20 detik dan menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 60 persen, hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci serta sebisa mungkin menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.
Bersihkan dan lakukan disenfeksi secara rutin pada permukaan dan benda yang sering disentuh, tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tissue lalu buang tissue pada tempat yang telah ditentukan atau dengan menggunakan bagian dalam siku serta gunakan masker medis saat sedang sakit.
Endang menuturkan, langkah selanjutnya adalah saat sakit agar diharapkan agar tetap tinggal di rumah atau segera ke fasilitas kesehatan yang sesuai, jangan banyak beraktifitas di luar.
"Perlu diketahui, pengunaan masker medis tidak sesuai indikasi bisa jadi tidak perlu, karena selain dapat menambah beban secara ekonomi, penggunaan masker yang salah dapat mengurangi keefektivitasan kita," pungkasnya.[kenedy]
loading...