Penyuluh Agama Harus Pahami Dakwah Era Digital

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Keberadaan Penyuluh Agama Islam (PAI) di masyarakat harus memberikan warna positif. Saat Ini telah memasuki era industri 4.0 era globalisasi dan digitalisasi.
Untuk itu, penyuluh perlu memahami bagaimana mengoptimalkan media sosial alias medsos sebagai media dakwah.
Ini seperti disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kapuas, Drs H Ahmad Bahruni saat memberikan materi dalam pembinaan kontek dakwah melalui medsos bagi penyuluh Agama Islam non PNS lingkup Kemenag Kapuas di aula Kemenag, Senin (24/2/2020).
"Penyuluh mesti berwawasan luas, dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah, dalam menjalankan tugas pembinaan," terang Bahruni.
Menurutnya, keberadaan penyuluh harus dapat beradaptasi dalam  berdakwah di tengah-tengah perbedaan.
"Penyuluh harus mampu memberikan suluh terang dalam bagi segenap lapisan masyarakat," imbuhnya.
Penyuluh Agama Islam non PNS ini, lanjutnya, adalah orang-orang terseleksi, sebagai garda terdepan dan mitra Kemenag Kapuas, sehingga keberadaan PAI sangat penting.
Diharapkannya, dalam kegiatan ini para penyuluh dapat memanfaatkan waktu meningkatkan kompetensi dan SDM, sehingga PAI bisa tampil dengan performa prima, cerdas dan cermat dalam menggunakan medsos sebagai sarana dakwah.
"Tupoksi memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing sesuai dengan spesifikasi, dan nantinya dapat dirasakan oleh manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.[zulkifli]

loading...
TAG