PAI Mesti Optimalkan Media Online sebagai Sarana Dakwah

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Keberadaan media sosial atau medsos dapat dioptimalkan untuk hal-hal positif, di antaranya bisa digunakan sebagai sarana dakwah.
Kepala Diskominfo Kapuas, Dr H Junaedi menekankan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam pembinaan konten dakwah melalui media sosial di aula Kemenag  Kapuas, Senin (24/2/2020).
"Media sosial dapat digunakan sebagai alat dalam meningkatkan tali silaturahim, salah satunya melalui dakwah. Dengan kemudahan yang disediakan internet, penyebaran ajaran Islam melalui dakwah dapat dikemas secara singkat, cepat, luas dan menarik serta efektif," terang Junaedi.
Diharapkannya, kepada para penyuluh agama Islam yang mengikuti kegiatan ini untuk memanfaatkan sebaik mungkin media sosial dalam melaksanakan tugasnya masing-masing.
Dikatakannya, Diskominfo aktif melakukan pengawasan terhadap konten-konten yang berdampak buruk maupun informasi yang menyesatkan di media sosial. Kemudian dilakukan tahap selanjutnya seperti pemblokiran.
"Diskominfo Kapuas juga memiliki beberapa layanan publik maupun online, di antaranya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (Lapor) dan beberapa media lainnya," jelas mantan Kabag Kemas Kesra Setda ini.
Kegiatan pembinaan konten dakwah via media sosial dilaksanakan selama dua hari, 24 hingga 25 Februari 2020, dan diikuti 63 orang penyuluh agama Islam (PAI) dan non PNS lingkup Kemenag Kapuas.
Ketua Panitia Kegiatan, Muhammad  Poteran Sosilo dalam laporannya menyampaikan, pembinaan tersebut merupakan kegiatan perdana digelar di tahun 2020.
"Tujuan kegiatan dilaksanakan kegiatan ini adalah menambah motivasi, meningkatkan kualitas SDM dan penguatan keterampilan bagi Penyuluh Agama Islam dalam melakukan penyuluhan," kata Poteran.[zulkifli]

loading...
TAG