Kesadaran akan Sampah di Kota Ini Dinilai Masih Minim

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Permasalahan sampah di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tampak masih menghantui dan menjadi problem serius bagi Pemerintah Kota dan masyarakat setempat.
Berbagai upaya responsif dan langkah strategis pun telah dilakukan, termasuk sistem pengelolaan terus dimaksimalkan untuk memberikan layanan publik yang terbaik terkait kebersihan.
Namun disayangkan, kebiasaan masih ada sejumlah oknum warga yang masih mengabaikan sikap membuang sampah tidak pada tempatnya itu menjadi masalah tersendiri.
Padahal diketahui, Pemkot Palangka Raya telah membangun banyak depo-depo sampah untuk meminimalisirnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita menuturkan, permasalahan sampah ini memang menjadi momok yang sudah ada sejak dulu dan belum mampu benar-benar terselesaikan dengan baik.
"Harus dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari semua masyarakat untuk menjaga kebersihan," ujar Politisi Partai Perindo ini, Jumat (14/2/2020).
Ia menilai, jika peraturan daerah (Perda) terkait dengan pengelolaan sampah dan kebersihan masih belum sepenuhnya diresapi oleh setiap individu yang ada di Kota Cantik, terlihat masih terdapat pelanggaran yang terjadi dan seakan cuek terhadap peraturan.
"Saya minta agar pemerintah melalui dinas terkait untuk meningkatkan sosialisasi dan pembinaan secara persuasif agar efektivitas pengelolaan kebersihan bisa tercapai dengan baik," pintanya.
Pemberian sanksi yang tegas, tambahnya, diperlukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap peraturan yang ada, terlebih hanya beberapa oknum saja yang mengabaikan kebersihan lingkungan.
"Meski hanya oknum, namun akan berdampak luas bagi masyarakat, alangkah baiknya jika sosialisasi, pembinaan, dan penindakan terus ditingkatkan agar kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan bisa dan terus meningkat," tandasnya.[kenedy]

loading...
TAG