BPBD Palangka Raya segera Petakan Potensi Bencana

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Langkah pencegahan atau minimal mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana, dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 
Ini dilakukan melalui mitigasi dan mapping atau pemetaan potensi bencana.
Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin (17/2/2020) menyampaikan, pihaknya telah berencana melakukan mapping atau pemetaan untuk mengetahui di mana saja titik-titik rawan terjadinya bencana alam.
"Rencana mapping akan dilaksanakan pada awal Maret mendatang, dikarenakan BPBD terlebih dahulu melakukan kajian tentang risiko bencana di semua daerah atau wilayah yang ada di Kota Palangka Raya," ungkapnya.
Dilanjutkannya, sebagai langkah awal pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan pihak-pihak kecamatan maupun kelurahan, terutama menentukan di mana saja tempat yang rawan atau berpotensi terjadinya bencana.
Dengan adanya koordinasi dengan pihak-pihak terkait akan meningkatkan keakuratan ketika mapping potensi bencana dilakukan.
"Setelah mendapatkan hasil kajiannya, barulah akan dilakukan pembuatan mapping," jelasnya.
Secara khusus dijelaskan, bila selama ini lokasi-lokasi yang rawan terjadinya potensi bencana, sebut saja potensi banjir atau genangan air di Kota Palangka Raya, di antaranya seperti kawasan atau wilayah di daerah aliran sungai (DAS) atau bantaran sungai serta jalur pengaringan.
"Seperti di Jalan Meranti ujung Kelurahan Bereng Bengkel dan Kelurahan Petuk Ketimpun dan kawasan jalan Mendawai, Flamboyan bawah serta sejumlah titik lainnya," imbuhnya.
Sementara, untuk daerah rawan terjadinya pohon tumbang pihak BPBD juga telah mengobservasi titiknya, seperti di Jalan Imam Bonjol, Jalan MH Thamrin, Jalan Willem AS, Jalan Galaxi, Jalan Raden Saleh serta di sekitar Jalan Yos Sudarso.
"Saat ini kami tengah gencar memotong atau memangkas dahan atau pohon yang rawan tumbang," ujarnya.
Terlepas dari itu semua, BPBD tetap mengingatkan agar ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, warga atau para pengendara roda dua jangan berteduh di bawah pohon karena rawan terjadinya pohon tumbang dan sambaran petir sehingga sangat berbahaya.
Terlebih, tambahnya, pada bulan Februari hingga Mei mendatang adalah musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga mampu menyebabkan potensi banjir dan genangan air di permukiman.
"Kami juga meminta warga yang kawasan permukimannya rawan banjir dan genangan air, diharapkan segera melapor ke Pusdalop BPBD ketika ada sesuatu dan lain hal terjadi yang memerlukan bantuan personil BPBD," pungkasnya.[kenedy]
loading...
TAG