Sikapi Kasus Gantung Diri Pelajar, Pasak Telawang Segera Gelar Ritual Mamapas Lewu

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Prihatin beberapa kasus gantung diri yang terjadi belakangan ini, di Kecamatan Pasak Telawang, Kabupaten Kapuas segera digelar ritual adat Ma’mapas Lewu atau membersihkan wilayah atau daerah dari pengaruh atau perbuatan jahat dan buruk. 
Baik yang dilakukan oleh manusia maupun roh jahat (gaib) terhadap kehidupan diri dan lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kapuas H Suwarno Muriyat mengatakan, baik aparat kepolisian, kecamatan, desa, damang, tokoh adat, serta komponen masyarakat sudah berkoordinasi untuk melaksanakan ritual itu.
"Kemarin sudah kami komunikasikan dengan kepala UPTD dan Kepala sekolah SMP. Untuk acara ritual itu kita serahkan kepada ahlinya, kita hanya memfasilitasi," ungkap Suwarno, Kamis (5/12/2019).
Ritual Mamapas lewu itu, lanjut dia, akan digelar Jumat 6 Desember 2019 di lokasi area SMP 1 Pasak Talawang.
Sebelumnya, kejadian tragis terjadi dalam kurun Oktober hingga Desember 2019. Sebanyak 3 kasus  gantung diri pelajar yang tewas mengakhiri hidupnya. 
Terakhir kasus gantung diri kembali terjadi pada pelajar SMP kelas 1warga Desa Balai Banjang. Beruntung dapat terselamatkan oleh keluarganya, sehingga tidak kehilangan nyawanya.
"Atas kejadian itu kami sampaikan rasa prihatin dan turut berduka cita kepada pihak keluarga korban," ungkapnya.
Pihaknya mengimbau para orang tua harus pro aktif mendengar kebutuhan dan keluhan anak, mendengarkan dan menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak.
"Kemudian kepada guru-guru kami sampaikan intens berkomunikasi dengan siswa, jadilah orang tua kedua di sekolah itu, tidak melihat siswa hanya sebagai murid tetapi juga sebagai anak," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG