Divonis 6 Bulan, Pengacara Perkara Karhutla Pikir Upaya Banding

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Sidang perkara pidana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar di Pengadilan Negeri Kuala Kapuas, dengan nomor perkara 243/Pid.B-LH/2019/PN Klk, akhirnya menjatuhkan vonis kepada terdakwa Layur bin Juri pada Senin (16/12/2019).
Majelis Hakim terdiri Hakim Ketua, Haga Sentosa SH dan Hakim Anggota, Agustinus Herwindu Wicaksono SH dan Emma Aulia, serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuliatie SH MH.
Dalam laman resmi website Pengadilan Negeri Kapuas, menyebutkan vonis pidana penjara waktu tertentu 6 bulan, kepada terdakwa Layur.
Atas putusan tersebut kuasa hukum terdakwa Februasae Pungkal Nuas Kunum SH menyampaikan pihaknya menghormati putusan majelis hakim, namun masih belum menentukan sikap apakah akan melakukan upaya banding ataupun tidak.
"Mungkin keluarga tidak terima, karna (usia) tua, karna lanjut umur dan kurang pendengaran tapi saya sebagai pengacara ini sudah keputusan yang cukup adil," kata Februasae, usai acara sidang, Senin (16/12/2019) di PN Kapuas.
Menurutnya, karena putusan yang dijatuhkan majelis hakim adalah 6 bulan, kepada terdakwa yang merupakan seorang kakek berusia 89 tahun tersebut.
"Dakwaan pertama 3 tahun tapi setelah tuntutan 1 tahun hakim memutus dari tuntutan jaksa ini putusan yang menurut saya cukup arif," imbuhnya.
Kendati demikian, selaku kuasa hukum dirinya masih belum  mengambil sikap untuk langkah berikutnya.
"Tapi nanti pikir-pikir dululah kita banding atau bagaimana. Langkah selanjutnya kita masih pikir-pikir dulu, kalau keluarga meminta banding kita siap mendampingi," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG