Temuan Mayat Luka di Wajah, Gegerkan Warga

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Penemuan sesosok tubuh yang sudah tak bernyawa dengan kondisi luka pada bagian wajah mengejutkan warga Jalan Lintas Mandomai - Mantangai, Desa Penda Ketapi, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Selasa (12/11/2019).
Saat pertama kali ditemukan, posisi jasad tersebut dalam keadaan tengkurap dengan wajah menghadap ke tanah.
Kapolsek Kapuas Barat Iptu Eko Sutrisno, membenarkan, pihaknya menerima laporan kejadian penemuan mayat tersebut.
"Ya benar pada Selasa (12/11/2019) sekira jam 17.15 WIB, didapat informasi dari warga adanya penemuan mayat, seorang laki-laki, di Jalan Lintas  Mandomai Mantangai," ungkap Kapolsek, Rabu (13/11/2019).
Identitas korban, lanjut Kapolsek bernama Joni K, kelahiran Kuala Kapuas 21 juni 1988 (31 tahun), jenis kelamin pria, beragama Islam, suku Banjar beralamat di Jalan Kapuas gg.XI A no.51 Rt.02 Rw.01 Kelurahan Selat Hulu Kecamatan Selat Kapuas, sesuai Kartu Tanda Penduduk yang ditemukan dalam dompet milik korban. Di dekat jasad korban ditemukan sebuah sepeda motor dalam keadaan hancur sebagian.
"Dari hasil penyelidikan dan informasi yang kami himpun di lapangan, diduga mayat tersebut adalah korban
laka lantas tunggal," terang Eko.
Kapolsek menerangkan, korban diduga saat melintas di jalan lintas Mandomai - Mantangai datang dari arah Mantangai menuju Mandomai (Kapuas) dengan menggunakan sepeda motor matic Suzuki Next warna hitam nomor polisi KH 4906 U.
"Diduga pada saat menaiki jembatan dengan kecepatan tinggi sehingga kehilangan kontrol atau kendali motornya, sehingga membuat korban terpental jatuh ke samping badan jalan sebelah kanan setelah turun jembatan," terang Eko.
Dilanjutkannya, cuaca pada saat kejadian hujan dan kondisi jalan lintas sepi permukaan jalan berada di atas jembatan dengan permukaan tinggi atau menurun.
"Korban diduga meninggal dunia akibat luka parah di bagian wajah dan benturan dengan tanah di lokasi. Pada korban tidak ditemukan luka akibat tanda-tanda kekerasan," kata Eko.
Berdasarkan fakta, diduga keras jejadian tersebut karena kecelakaan tunggal akibat human eror dan akan dilakukan penyelidikan mendalam melalui olah TKP dan pembuktian ilmiah (Scientific evidence) serta sudah dikoordinasikan dengan unit laka Sat Lantas Polres Kapuas guna proses selanjutnya.[zulkifli]
loading...
TAG