Polres Pulpis Ringkus 10 Orang Jaringan Besar Narkoba

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Polres Pulang Pisau berhasil meringkus 10 orang terduga bandar Narkoba di Wilayah Bumi Handep Hapakat. Kesemua pelaku merupakan salah satu jaringan besar di Pulang Pisau yang ditangkap saat Operasi Antik 2019 digelar jajaran Polres Pulpis beberapa waktu lalu.
Dalam keterangan pers, Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, Senin (11/11/2019) menyebutkan, tersangka yang diamankan pihaknya berinisial D,  R,  H,  DF,  M,  N,  SY, S, Y dan I  yang semuanya merupakan warga Kabupaten Pulang Pisau.
"Saat Oprerasi Antik kita berhasil mengamankan 6 pelaku, yakni S,  R,  H,  DF, M dan D yang kita Targetkan. Jaringan ini merupakan salah satu jaringan pengedaran Narkoba di Pulpis yang cukup besar," ucapnya.
Selanjutnya, Kapolres juga menjelaskan dari hasil keterangan pelaku berinisial D, R dan H kita melakukan penangkapan kembali SY,  Y, N dan terakhir I yang merupakan pemasok barang haram tersebut.
Siswo juga mengatakan saat penggerebekan pelaku I yang merupakan warga Jalan Betet, Desa Sei Baru Tewu, Kecamatan Kahayan Hilir sempat terjadi perlawanan dan Tersangka I berhasil melarikan diri.
Dari kediaman I, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti Shabu dan satu senjata rakitan lengkap dengan satu buah amunisi di dalamnya.
"Berdasarkan keterangan Saudara D, R dan H, kita mengetahui barang dipasok oleh saudara I. Kita langsung melakukan penggeledahan di kediaman I, kita berhasil mengamankan barang bukti shabu dan sebuah senjata api rakitan," kata Siswo menjelaskan.
Setelah melakukan pengejaran, pihak Polres Pulpis berhasil mengamankan pelaku I di Kecamatan Kahayan Tengah beserta barang bukti satu paket shabu.
Menurut Siswo dalam press releasenya, peran masing-masing tersangka merupakan pengedar yang sumber dari tersangka I. Untuk pembagian wilayah, tersangka D berserta beberapa rekannya melakukan peredaran di wilayah Kecamatan Kahayan Tengah dan Banama Tingang.
Sementara, untuk pelaku I yang diduga memasok barang dari Provinsi Kalimantan Selatan itu dibantu oleh beberapa rekan lainnya melakukan peredaran disekitar wilayah Kecamatan Kahayan Hilir,  Maliku dan Pangkoh.
Para tersangka akan dijerat dengan pasal 112 UU nomor 35 tahun 2019 ancaman hukuman 5 tahun dan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2019 ancaman 12 tahun.
"Untuk tersangka I, selain pasal 112 UU nomor 35 tahun 2019 ancaman hukuman 5 tahun dan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2019 ancaman 12 tahun. Ia juga akan dikenakan pasal kepemilikan senjata api. Barang bukti dari total tangkapan ini Shabu sebarat 5 Gram,  alat isap,  Senjata Api,  Uang dan Hp," ungkapnya.
Pada kesempatan itu Kapolres Pulpis menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan ke aparat keamanan setempat apabila ada informasi terkait kegiatan dan peredaran narkoba di lingkungan masyarakat agar bisa melaporkan ke pihak kepolisian terdekat.
"Ini upaya kita untuk memberantas aksi penggunaan serta peredaran narkoba di wilayah Pulang Pisau. Jadi, bila ada yang mencurigakan tentang peredaran narkoba, laporkan saja," pesannya.
Ia menambahkan, Pulang Pisau memang merupakan daerah terbuka yang sangat mudah memasukkan barang-barang terlarang, namun pihaknya akan terus melakukan operasi guna memberantas peredaran barang terlarang lainnya termasuk didalamnya jenis narkoba sabu-sabu.[manan]
loading...
TAG