PLTS Tersebar di Penjuru Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Dinas Energi dan Sumber mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) membangun sebanyak 10.822 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
PLTS ini tersebar di sejumlah wilayah. Pada 2016 hingga 2019, terpusat berjumlah 24 unit untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan memperkuat sumber pembangkit listrik.
Terutama untuk masyarakat di tempat terpencil yang tidak terjangkau dengan sistem jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang eksisting.
Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas ESDM Kalteng, Ermal Subhan saat konferensi pers di aula kantor tempat, Jumat (1/11/2019).
Ermal menyebut, pada tahun 2016 PLTS dibangun ada 2.380 unit. Untuk wilayah  Kabupaten Kota Waringin Barat (Kobar) ada 262 unit, dan Kabupaten Lamandau ada 233 Unit.
Kabupateng Katingan ada 572 unit, Kabupateng Barito Utara (Barut) ada 839 unit, Kabupaten Kapuas 120 unit dan Kabupaten Murung Raya (Mura) ada 285 unit.
Pada tahun 2017 PLTS berjumlah 360 unit, Kabupaten Kobar 205 unit dan Kabupaten Waringin Timur 155 unit (Kotim).

"Pada tahun 2018 PLTS berjumlah 1.841 unit, di Kabupaten Sukamara ada 53 unit,  Lamandau ada 933 unit, Kobar ada 287 unit, Kotim ada 379 unit, Katingan ada 226 unit, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) ada 227 unit dan Barut ada 225 unit," jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2019 ini ada 6241 unit di Lamandau ada  371 unit, Sukamara ada 361 unit, Kobar ada 176 unit, Kotim ada 279, Kabupaten Saruyan ada 1976, Katingan ada 100 unit, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) ada 1.292 unit, Barut 98 unit dan Mura 1.615 unit.
Dan untuk PLTS yang terpusat berjumlah 24 unit, pada tahun 2016 di Lamandau ada 5 unit, Pulpis ada 2 unit, Kapuas ada 4 unit dan Barsel ada 1 unit.
PLTS pada Tahun 2018 ada 6 unit untuk Lamandau ada 3 unit, Kobar ada 1 unit, Kapuas ada 2 unit dan tahun 2019 berjumlah 1 unit untuk Kotim 1 unit.
"Dalam setiap tahunnya jumlah desa yang dialiri listrik terus meningkat di masa Gubernur Kalteng H Sugianto Sabaran," tutupnya.[deni]
loading...
TAG