Kasus Dugaan Mark Up dan Fiktif, 19 Orang Ditetapkan Tersangka

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Kejaksaan Tinggi  (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima 19 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tersangka kasus dugaan mark up dan fiktif akomodasi dan konsumsi pada tahun 2014.
"Kejati Kalteng telah menerima SPDP sebanyak 19, dengan jumlah tersangka 19 orang dari Kepolisian Daerah Kalteng dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dana Akomodasi dan Konsumsi Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng pada tahun 2014 lalu," kata  Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng, Drs Adi Santoso SH MH melalui Kasi Penuntutan, Rabani M Halawan SH MH saat ditemui kabarkalteng.com di ruang kerjanya, Senin (25/11/2019) sore.
Rabani menambahkan, dari 19 orang tersebut di antaranya berinisial B, A, S, M, N bahkan mantan Kadis berinisial D. 
Namun kesemuanya masih di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng. Lebih mengejutkan, ada yang masih aktif bekerja.
"Bukan hanya ASN saja, honor pun ada yang jadi tersangka termasuk mantan kadis waktu itu," terang Kasi Tut Kejati Kalteng.
Berdasarkan hitungan BPK perwakilan Kalteng, kerugian negara mencapai Rp5,2 miliar dari total pagu anggaran sekitar Rp16 miliar. 
"Sebenarnya ini bisa dijadikan satu kontrak, akan tetapi dijadikan dua kontrak, itu yang menjadi temuan," tegasnya.
Kerugian negara sekitar Rp5,2 miliar, dan yang baru masuk masih SPDP. Tahap satu seperti penerimaan berkasnya belum diterima.
Dengan banyaknya SPDP yang diterima, pihaknya berencana menyiapkan 11 jaksa bahkan 15 orang untuk menangani kasus ini. Di mana dari 19 orang itu juga terbagi dari tiga bidang, yakni SD, SMP, dan SMA.
"Terdiri dari tiga bidang SD, SMP dan SMA. Intinya kami masih menunggu berkas dan berencana mencari aset dari ke-19 tersangka," ucap pria kelahiran Kota Nias ini.[deni]
loading...
TAG