Upaya Turunkan Stunting, Pahami Asupan Gizi Bagi Bayi dan Ibu Hamil     

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Percepatan penurunan stunting dalam upaya mengatasi permasalahan gizi anak-anak yang mengalami stunting dalam kondisi kurang gizi kronis, disebabkan kurang asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK).
Itu disampaikan Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Ma'ruf Kurkhi di ruang kerjanya, Rabu (2/10/2019) usai menghadiri sosialisasi konvergensi pencegahan stunting di desa di Aula Bappedalitbang Kabupaten Pulang Pisau.
"Jadi, aksi kita (Dinkes Pulpis) untuk penurunan dan pencegahan stunting ini mulai ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, balita dua tahun hingga usia remaja (sekolah) yang sifatnya dilakukan penjaringan, karena siklus terjadinya stunting semenjak usia remaja putri kira-kira memasuki masa SMA," katanya.
Sehingga, lanjut Makruf, upaya penurunan dan pencegahan stunting ini harus dilakukan bersama seluruh pihak untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan kuat.
"Kita perlu kerja bersama untuk menurunkan angka stunting di wilayah kita ini, sehingga anak-anak kita bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan handal," tukasnya.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mulai 2013 hingga 2018 angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau mengalami naik turun, hingga pada tahun 2018 lalu angka Stunting berada pada angka 32,67 persen.
Dengan itu, dirinya mengakui angka Stunting di wilayah Kabupaten Pulang Pisau masih masuk dalam zona merah. Meski begitu, secara keseluruhan angka stunting di Pulpis menurun sejak 2013 lalu.
"Kita targetkan diangka 30 persen angka Stunting itu sudah cukup sangat menurun," katanya.
Tidak dipungkiri, tambah Makruf, angka Stunting sangat berkaitan dengan perilaku masyarakat dan pola asuh, bagaimana pola konsumsi makanan dan gizi seimbang. Karena bila tidak dipenuhi hal tersebut, maka Stunting bisa berisiko terjadi.
"Perhatikan bagaimana pola konsumsi makanan dan lingkungan sekitar. Ini menentukan kesehatan ibu dan anak, yang pada akhirnya mencegah anak stunting. Cek ke posyandu secara rutin juga upaya mencegah Stunting di wilayah kita," tutupnya.[manan]
loading...
TAG