Tarif Parkir Berbayar, Warga: Terlalu Dini Diterapkan

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Kurang lebih sepekan, pasca diberlakukannya aturan parkir berbayar di Taman Sumbu Kurung, Kota Pulang Pisau, pengunjung terlihat sepi alias sunyi. Sebelum diberlakukannya aturan tersebut, taman yang menjadi wadah bersantai banyak dikunjungi warga, baik warga lokal maupun luar daerah.
Dari pantauan wartawan media ini, sepinya pengunjung nampak terlihat di area taman sumbu kurung, baik siang terlebih lagi malam hari. Sehingga nuansanya tak seramai seperti hari-hari sebelumnya.
Sementara, diungkapkan seorang pengunjung, Ambrullah, dirinya merasa kaget saat parkir di area Taman Sumbu Kurung, Selasa (8/10/2019) pagi. Dimana, ia melihat telah terpampang papan pemberitahuan tarif parkir di sejumlah lokasi taman tersebut.
"Kaget saja melihat ada tarif parkir ini, biasanya gratis. Soalnya menurut saya terlalu dini untuk menerapkan tarif parkir berbayar, meski itu ada aturannya. Karena, taman ini kan fasilitasnya juga belum memadai, saya lihat masih terus dibenahi. Jadi, kurang elok kalau pengunjung harus dikenakan parkir berbayar. Kalau kedepannya boleh lah," ujarnya saat dibincangi wartawan media ini dengan cukup singkat.
Hal senada juga disampaikan seorang tokoh pemuda asli warga Pulang Pisau, Romi, ia juga menyayangkan kalau area taman sumbu kurung harus diterpakan biaya parkir berbayar.
"Jujur saya paham maksud pemerintah dengan menerapkan parkir berbayar ini, maksudnya untuk PAD kita. Meski begitu, seharusnya dipikirkan secara matang dulu, apakah dengan menerapkan biaya parkir ini akan efektif. Lihat saja, kondis taman saat ini sangat sepi dan terlihat jarang ada pengunjungnya," ujar Romi yang juga sebagai pemerhati pembangunan di Pulang Pisau kepada wartawan ini.
Sebagai warga yang juga sering mangkal di area taman, menurut Romi, saat ini kiranya belum perlu adanya tarif parkir berbayar. Karena, taman tersebut baru saja menjadi ikon pemuda dan warga Pulang Pisau sebagai sarana bersantai warga yang seyogyanya masih digratiskan.
"Kalau menurut saya, terlalu dini untuk menerapkan parkir berbayar di area taman ini. Kan masih banyak lokasi yang jelas bisa menghasilkan PAD masih besar. Contoh kaya dimuka gerbang Pelabuhan Pelindo itu," tutupnya.
Sebelumnnya, penerapan ini Pemkab setempat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memberlakuka  tarif parkir sesuai dengan peraturan Bupati Pulang Pisau nomor 15 tahun 2016 tentang Jasa Usaha Bidang Perhubungan.[manan]
loading...
TAG