Penanganan Sampah di Pulpis Belum Maksimal, Ini Faktornya...!

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menjadikan Bumi Handep Hapakat bebas dari sampah pada tahun 2020 mendatang, nampaknya bakal menjadi kendala berarti.
Pasalnya, permasalah sampah hingga kini masih belum terakomodir dengan baik, hingga hasilnya belum maksimal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang Pisau, Wartony, melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Eka Imanuel, saat dikonfirmasi wartawan media ini, Kamis (24/10/2019) di ruang kerjanya mengakui  sejauh ini pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terkait penanganan sampah di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
Mengingat, lanjutnya, selain permasalahan teknis juga permasalahan anggaran dan Armada yang kurang memadai, sehingga menyebabkan pengelolaan sampah tidak berjalan dengan baik dan maksimal.
"Kita akui mas, semenjak masalah persampahan ini dialihkan dari Dinas PUPR ke DLH Pulpis pada 2017 lalu, kita terkendala masalah anggaran dan Armada angkutan," ujar Eka.
Dijelaskan Eka, untuk pagu anggaran masalah persampahan mulai tahun 2018 hingga 2019 ini masih dibawah harapan, hingga inilah salah satu faktor utama kurang maksimalnya penanganan sampah di daerah.
"Ya kita sudah berupaya semaksimal mungkin, hanya saja tidak bisa berbuat apa-apa. Anggaran kita tahun 2018 sekitar Rp 966 juta, dan di tahun 2019 ini, turun menjadi Rp 915 juta. Ditambah angkutan berupa truk hanya ada 2 unit," tuturnya.
Padahal, tambahnya, untuk personel sendiri sudah mencukupi, hanya saja tidak diiringi dengan anggaran dan Armada yang memadai hingga penanganan sampah sampai saat ini belum bisa berjalan dengan baik.
"Personel kita ada 39 orang. Kita juga sudah menghangatkan untuk tahun depan, yakni sebesar 3,5 miliar khusus untuk penanganan sampah di Bumi Handep Hapakat ini, semoga harapan bersama ini dapat terealisasi dengan baik, hingga kedepan Pulang Pisau sudah baik dalam penanganan sampah," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG