Mantan Dirut PDAM Ini Jual Aset untuk Kembalikan Kerugian Negara

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Kerugian negara terkait kasus korupsi pertanggujawaban penggunaan dana penyertaan modal tahun 2016 hingga 2018 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kapuas, belum diketahui secara pasti.
Tersangka Widodo pada Senin (28/10/2019) sore, bahkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp30 juta dengan menitipkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Tersangka sudah mengembalikan uang negara sebesar Rp30 juta ke Kejati Kalteng," ungkap Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Kalteng, Rahmad Isnaini kepada kabarkalteng.com di ruang kerjanya.
Rahmad menjelaskan, dari sekitar 30 saksi, hingga saat ini sudah 21 orang yang diperiksa. Senin ini pun Kejati sudah memanggil mantan Ketua Komisi II DPRD Kapuas berinisial MM dan mantan Anggota Komisi II.
"Pegawai PDAM berinisial EAS, honorer Pemda Bagian Rumah Tangga HB, honorer Pemda KA dan ASN Pemda EP pun sudah kami panggil pada hari ini," jelasnya.
Berdasar keterangan saksi, tiga saksi HB, KA dan EP melakukan sedikit merubah BAP yang sudah pernah diterangkannya. "Ada merubah sedikit perubah BAP dari tiga orang saksi tersebut," imbuhnya.
Terpisah, Penasihat Hukum (PH) saksi EP, Labih Binti tampak enggan memberikan komentar atas pemanggilan EP. "No comment," tandasnya.
Di tempat yang sama, PH tersangka Widodo, Heri Setiawan mengatakan, kliennya hanya menggunakan uang negara tersebut sekitar Rp150 juta. Karena masih menunggu mengumpulkan aset yang bisa dijual, kliennya hanya bisa mencicil kerugian negara sekitar Rp30 juta.
"Soalnya masih menunggu aset klien saya terjual, yang terpenting saat ini Ia berencana akan mengembalikan uang tersebut dengan full atas yang sudah digunakannya selama ini," jelasnya.
Heri juga berharap kasus ini terus menemui titik terang. Ia berterima kasih dengan Kejati Kalteng yang mengerti dengan keadaan kliennya.
"Klien saya pasti selalu kooperatif dan terus menjalani kasus ini dengan apa adanya," pungkasnya.[deni]
loading...
TAG