Madrasah di Kapuas Ini Kembangkan Rutinitas Pembacaan Kitab Kuning

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Guna terus melestarikan dan mencetak generasi berakhlak mulia serta menjadi ilmu yang bagus apabila lulus nanti. Madrasah Aliyah (MA) Darussalam di Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, saat ini terus mengembangkan pembacaan kitab kuning.
Dalam pendidikan Islam istilah kitab kuning ini  merujuk kepada kitab-kitab tradisional berisi pelajaran-pelajaran agama Islam mulai dari fiqih, aqidah ahlak, tata bahasa, hadits, tafsir, ulumul quran hingga ilmu sosial kemasyarakatan.
"Pembacaan rutin dilakukan setiap hari Kamis setelah Sholat Ashar oleh siswa," kata Supianor, guru pendamping bacaan kitab kuning, Senin (28/10/2019).
Kegiatan itu dilakukan setiap hari Kamis setelah salat ashar berjamaah dilanjutkan membaca kitab kuning.
Hal tersebut betujuan untuk membiasakan siswa gemar membaca dan melatih untuk terbiasa membaca tulisan arab tanpa menggunakan baris.
“Membiasakan suatu hal yang bagus, selain itu juga dapat mengambil barokah dari si pengarang kitab," imbuhnya.
Kepala MA Darussalam Catur, Aziz Nuryanto mengatakan, banyak rutinitas keagamaan yang dilakukan siswa MA Darussalam, mulai dari pramuka, habsy, pencak silat, muhadarah dan juga pembacaan kitab kuning tersebut.
Menurutnya, ini semata-mata untuk membiasakan siswa dalam mengisi waktu luang dengan rutinitas yang positif dan bermanfaat nantinya.
“Membaca dan mendengarkan pengajian merupakan rutinitas yang positif dan mendapat barokah, apalagi sampai bisa mengamalkannya lebih bagus lagi,” pungkas Aziz.[zulkifli]
loading...
TAG