Ketua DPRD Kalteng: Belajar Hidup Rukun dengan Filosofi Huma Betang

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Slain program skala prioritas, ada bebeberapa sektor pembangunan yang akan menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah ke depan.
Ini setidaknya ditegaskan Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno. Menurutnya, keberadaan situs bersejarah di Kalteng harus mendapat perhatian serius kedepannya dari pemerintah, karena situs budaya yang menyimpan sejarah itu harus dipelihara secara berkseinambungan.
"Situs budaya itu merupakan kekayaan yang kita miliki, karena menyimpan nilai sejarah dan makna yang tinggi sehingga generasi penerus bangsa yang ada di Kalteng bisa mengenal dan belajar dari situs itu," katanya.
Kalteng memiliki banyak situs budaya seperti Huma Betang yang telah berusia tua, banyak filosofi yang terkandung di dalamnya, selain itu banyak pula hal-hal yang dapat dipetik dalamnya.
Diuraikannya, Huma Betang mengajarkan bagaimana dalam hidup bermasyarakat dalam kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.
"Dalam Huma Betang semua dapat bersatu meski ada perbedaan. Ini tentu makna yang sangat mendalam," bebernya.
Lebih lanjut, anggota DPRD Kalteng peraih peraih suara terbanyak di daerah pemilihan Kalteng V yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis) ini menginginkan keberadaan Huma Betang mendapat perhatian serius dari pemerintah.
"Aset ini yang perlu dijaga dan dilestarikan. Jika kita ingin belajar hidup rukun belajarlah ke Huma Betang," imbuhnya.
Politisi dari Partai besutan Megawati Megawati Soekarnoputri ini mengaku ingin budaya leluhur di Kalteng terus perlihara dan dilestarikan.
"Kami juga mendorong untuk mengeksplor seni budaya daerah agar tetap eksis dan tidak terkikis oleh modernisasi zaman. Untuk itu, dalam mewujudkan hal itu ke depan kita akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama," tutupnya.[kenedy]
loading...
TAG