Ironi 10 Tahun Jalan Bangkuang-Telang Siong

Print Friendly and PDF
BANGKUANG merupakan salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Bangkuang mungkin tidak asing lagi didengar, mengingat banyak orang-orang dari daerah lain berdatangan untuk hanya sekedar memancing mencari ikan dan lainnya.
Bangkuang memang cukup begitu terkenal apalagi ditambah pemuda-pemuda yang sering mengharumkan nama Bangkuang di luar daerah dengan mengikuti berbagai lomba kegiatan, misalnya yang dilaksanakan di Barsel dan Barito Timur (Bartim).
Namun, yang sangat memprihatinkan di sini ialah kondisi jalan dan pembangunan yang masih kurang bahkan jarang sekali.
Sudah lebih dari 10 tahun terakhir jalan Bangkuang menuju Desa Telang Siong, Kecamatan Paju Epat, Bartim ini sama sekali kurang perhatian dari pemerintah daerah.
Apakah karena Bangkuang sangat terpencil sehingga pemerintah daerah dan para wakil rakyat seolah-olah menutup mata?
Sangat disayangkan, ketika para wakil rakyat ini saat mencalonkan diri, mereka seolah-olah peduli dengan keadaan dan kondisi jalan tersebut, dan kemudian mengeluarkan janji-janji manis kelak jika mereka terpilih sebagai wakil rakyat, mereka akan memperhatikan kondisi jalan tersebut.
"Namun, bisa dilihat sekarang apakah mereka benar-benar peduli. Jalan dan  ini seolah-olah hanya modal untuk berkampanye."
Selaku mahasiswa tentu sangat prihatin sekali melihat kondisi jalan yang seperti ini. Pemerintah daerah ataupun wakil rakyat diharapkan segera bertindak meninjau lokasi dan segera merancang pembangunan jalan mulai dari Bangkuang menuju Telang Siong. 
Jalan ini sudah lama tidak tersentuh, kami sangat-sangat butuh perhatian dari pemerintah. Jalan ini sangat penting untuk mendukung perekonomian yang ada di daerah kami.
Jalan mulai dari Bangkuang menuju Telang Siong ini tidak sepanjang jalan-jalan tol seperti di daerah lain. Jika jalan tol beratus-ratus kilometer bisa dibangun kenapa jalan yang tidak sampai beratus kilometer ini tidak bisa. 
Ada apa dengan pembangunan negeri ini, sungguh sangat memprihatinkan.[]
Penulis: Annisa
Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat dari Bangkuang
loading...
TAG