Dituding Terutang Mahar Politik, Ini Bantahan Nadalsyah

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Isu mahar politik menerpa Bupati Barito Utara (Batara), H Nadalsyah. Isu inipun mendapat tanggapan serius Sekretaris Partai Demokrat, Junai.
Junai membantah adanya mahar politik. "Tidak ada segala mahar politik, itu hanya janji memenangkan pak haji dalam Pilkada di Batara," Kata Junai, Sabtu ( 12/10/2019)
Bahkan, lanjut Junai, awalnya pun karena ada kerja sama terkait program pemenangan bupati. Dan itu hanya berupa ucapan lisan saja, karena di antara Nadalsyah dan Rahmadi saling percaya.
"Dari situlah awal ceritanya, hanya Rahmadi menawarkan program sedangkan dananya dari pak Nadalsyah. Jadi tidak benar terkait mahar politik," tegasnya.
Ke depan, lanjutnya, jika Rahmadi tidak meminta maaf kepada pak Bupati secara langsung, mau tidak mau Partai Demokrat akan melaporkan. Saat ini, pihaknya ingin diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu.
"Kalau tidak minta maaf akan kami laporkan Rahmadi," imbuhnya.
Di sisi lain, Bupati Batara Nadalsyah menegaskan akan menemui Rahmadi. "Tidak masuk logika tiba-tiba menagih mahar politik, padahal selama lima tahun sebelumnya tidak ada yang seperti itu," tuturnya via ponsel.
Menurutnya, tidak ada itu mahar politik melainkan hanya dana sosialisasi dan kampanye. Bahkan Ketua DPD Partai Patriot Kalteng kala itu sudah menjalankan program sesuai dana yang diberikan, tapi Rahmadi malah hilang entah ke mana.
"Dan tidak pernah berkomunikasi dengan saya seperti yang pernah dia katakan," tegas Nadalsyah.
Sebelumnya, Rahmadi Mb, mantan Ketua Partai Patriot Batara mengatakan, pada pencalonan Nadalsyah sebagai Bupati Batara di tahun 2013, dirinya diminta untuk memberikan dukungan karena saat itu Partai Patriot memiliki satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batara.
"Saat itu H Nadalsyah bersedia memberikan kontribusi kepada Partai Patriot yang juga untuk mengganti uang sebesar Rp750 juta yang sudah terlebih dahulu diberikan Sapto," jelasnya.
Tapi kesepakatan atau mahar Politik ini, lanjutnya, hanya disampaikan secara lisan tanpa ada bukti tertulis karena kita saling percaya. "Dan beliau (Nadalsyah ) sudah membayarkan uang sebesar Rp450 juta," jelas Rahmadi.
Karena sisa yang belum dibayarkan oleh H Nadalsyah, dirinya berusaha untuk menanyakan dan menagih sisa tersebut. "Sebelumnya saya sudah sering menelpon, atau melalui WhatsApp untuk menanyakan pembayaran sisa uang yang dijanjikan," pungkas Rahmadi.[deni]
loading...
TAG