Diminta Stop, Pembangunan Jembatan Pile Slab Bukit Rawi Terus Berjalan

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Sempat menuai protes dari sejumlah warga Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, pembangunan jembatan pile slab di wilayah kecamatan itu hingga kini terus berjalan dengan lancar dan aman.
Itu dikatakan Camat Kahayan Tengah, Leting kepada sejumlah awak media, usai menghadiri kegiatan sosialisasi penurunan Stunting di Pulang Pisau pada Rabu (3/10/2019) kemarin.
"Protes yang dilakukan sejumlah warga itu menuntut atas biaya pembebasan ganti rugi lahan yang warga anggap tidak sesuai dengan harapan mereka, atau terlalu rendah dari permintaan para pemilik lahan yang tanahnya  masuk di area pembangunan jembatan tersebut," kata Leting.
Untuk harga ganti rugi lahan, lanjutnya, sudah ditetapkan dengan harga Rp29.000 per meter per segi sebagaimana disampaikan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah. Nilai tersebut masih belum disetujui warga pemilik lahan yang terkena pembangunan pile slab.
"Protes yang sempat melakukan aksi turun lapangan itu para warga memprotes nilai tanah yang mereka anggap terlalu kecil, yakni dengan harga Rp29.000 per segi. Sedangkan warga meminta lahannya Rp100.000 perseginya," ungkapnya.
Selain masalah nilai ganti lahan, pihaknya juga mengkhawatirkan lahan warga di lokasi jembatan tersebut bakal senasib dengan lahan yang ada di lokasi jembatan layang Tumbang Nusa yang tidak ada nilai atau harganya lagi.
"Pemilik lahan tidak terima harga itu, dengan alasan karena berdampak pada sisa tanah. Sebab, dengan dibangunnya jembatan, tanah mereka akan sulit mendapat akses sama seperti halnya di area jembatan Tumbang Nusa, dan itu akan berdampak tidak akan laku terjual," pungkasnya.
Menyikapi hal ini, ia berharap kepada masyarakat atau pemerintah agar dapat mencari jalan keluar pada polemik ini. "Ini juga untuk kebaikan kita bersama," tutupnya.[manan]
loading...
TAG