Diduga Tipu Warga Cemantan, Polisi Amankan oknum ASN

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Terduga pelaku penipuan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan Jabatan Kasi di Kantor Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polres Pulang Pisau.
Pelaku bernama Akhmad Sajali alias Jali (36), warga Desa Tanjung Perawan (Bahaur) itu ditangkap di kediamannya pada Sabtu 26 Oktober 2019.
Penangkapan pelaku berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/80/RES.1.11/X/2019/KALTENG/RES PULPIS Tanggal 14 Oktober 2019; dan Surat perintah penangkapan nomor : Sp.Kap/34/Huk.6.6/X/2019/reskrim, tanggal 26 Oktober 2019.
"Ya mas, pelaku sudah kita tangkap pada Sabtu 26 Oktober 2019 kemarin, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono BPM melalui Kasatreskrim, Iptu Jhon Digul Manra, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Senin (28/10/2019).
Digul menuturkan, aksi pelaku berawal saat dirinya mensosialisasikan pemasangan listrik negara secara subsidi kepada ratusan warga di Desa Cemantan (Bahaur).
Dengan modus tersebut, pelaku memastikan kepada warga dimaksud untuk mendapatkan bantuan pemasangan listrik secara subsidi seharga Rp3,6 juta per rumah.
Semula pelaku menawarkan harga normal pembayaran untuk pemasangan listrik sebesar Rp5,6 juta per rumah. Karena dibantu pemerintah, maka warga hanya membayar sebesar Rp3,6 juta.
"Modus pelaku menyampaikan sosialisasi kepada warga Cemantan terkait pemasangan listrik atas kerjasama empat kementerian, yaitu Kementerian Sosial, Kementerian ESDM, PLN dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Pembayarannya pun melalui tiga tahap, dimana pada tahap pertama warga harus membayar DP sebesar Rp1 juta yang sisanya akan dibayar sesuai tahap pemasangan," terangnya.
Selanjutnya, tambah Digul, ratusan warga (korban) juga diminta melampirkan fotocopy KTP atau KK untuk berkas yang dimanipulasi pelaku guna menarik minat warga.
"Dari total pemasang 186, terdiri dari 166 warga Desa Cemantan, dengan total uang yang terkumpul sebesar Rp 186 juta. Namun hingga saat ini tidak ada pemasangan listrik di desa tersebut," tutur Digul.
Dengan kejadian ini, masih diterangkan Digul, pelaku akan diterapkan tindak pidana penipuan atau tindak pidana penggelapan sebagaimana di maksud dalam Pasal 378 KUHP ATAU Pasal 372 KUHP.
"Dari keterangan pelaku, uangnya digunakan untuk membeli mobil jenis Karimun Estilo warga putih dengan Nopol DA 1252 AW yang saat ini bersama pelaku sudah kita amankan di Polres Pulpis," tutup Digul menerangkan kepada awak media.[manan]
loading...
TAG