Dana Desa Ini Dituding Telah Diselewengkan

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Masyarakat Desa Danau Ganting menuding jika Dana Desa (DD) tahun 2018 diduga telah dislewengkan oknum Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Akibatnya empat paket proyek pembangunan di desa itu, sampai tahun 2019 ini terkesan mubazir.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Danau Ganting, Kurie-R melalui pers rilisnya kepada awak media, Rabu (23/10) menyebutkan, pembangunan di Desa Danau Ganting di tahun 2018 dinilai tidak sesuai program pemerintah daerah Barsel.
“Disebabkan empat paket proyek pembangunan yang pengerjaannya menggunakan  DD, kami anggap pemborosan karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” terang Kurie-R.
Mantan kepala Desa Danau Ganting itu menyebutkan, empat paket proyek pembangunan Desa Danau Ganting tahun 2018 yang dinilai mubazir itu adalah, pembangunan gang dengan cor beton yang berada di seberang Langgar Darussalam yang mengarah ke dalam hutan dan tidak ada penghuninya.
“Bahkan dananya tidak sedikit mencapai Rp120 juta,” kata dia.
Begitu pun, lanjutnya, dengan pembuatan jembatan titian dari kayu yang menelan dana Rp60 juta, sama seperti pembangunan gang cor beton di seberang Langgar Darussalam, karena dianggap tidak ada manfaatnya sama sekali.
"Sebab pembangunan jembatan titian itu, tidak ada rumah-rumah penduduk di kiri kanannya,” terangnya.
Selanjutnya, penimbunan halaman TK Karya Bersama Desa Danau Ganting yang tidak sesuai dananya dan sudah menjadi temuan oleh Inspektorat Barsel, namun tidak ada tindak lanjutnya.
Kemudian, kata Kurie-R, pengadaan tong air minum, yang seharusnya diadakan untuk tahap ke 3 DD, tapi sudah dibagikan saat ini  dengan alasan meminjam dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bersama, dan anehnya pengadaan itu tanpa adanya perubahan pada APBDes tahun 2019.
“Dengan dugaan telah dislewengkannya Dana Desa (DD) Danau Ganting Tahun 2018 itu, saya mewakili semua masyarakat desa telah melayangkan laporan tertulis kepada Bupati Barsel pada 7 Oktober 2019 lalu,” terangnya.
Perlu diketahui, tambah dia, laporan tertulis itu ditembuskan juga kepada Kepala Kejaksaan Negeri Barsel, Kapolres Barsel Up. Sat Tipikor  dan kepada
Kepala Inspektorat Barsel melalui Sekretarisnya Ciplo Agan saat dihubungi melalui via ponsel, Rabu (23/10/2019) mengatakan, dugaan adanya penyelewengan anggaran Dana Desa (DD) Danau Ganting tahun 2018 itu masih dalam proses pihaknya.
“Ya, kasusnya masih dalam proses,” tegasnya singkat.
Sementara Kapolres Barsel AKBP Wahid Kurniawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Triyo Sugiono SH dikonfirmasi  membenarkan jika tembusan dari laporan tertulis menyangkut adanya dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) Danau Ganting telah diterima pihaknya.
“Karena suratnya ditujukan ke Bupati, maka kami selaku pihak kepolisian menunggu upaya dari Pemerintah Daerah Barsel, terkait  tindak lanjut dari laporan itu mas,” terang Perwira Pertama (Pama) ini.
Sementara pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel masih belum memberikan konfirmasi, terkait hal itu walaupun sejumlah awak media sudah berupaya menghubungi Kasi Pidsus melalui pesan Whatshap (WA)-nya.[laily]
loading...
TAG