Cari Kebenaran Hukum Sengketa Lahan, Warga Desa Goha Ajukan Banding

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU – Kuasa Hukum Warga Desa Goha, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Rio Denamore Dau, bakal ajukan banding terkait putusan hakim pada Pengadilan Negeri Palangka Raya yang memenangkan sebuah perusahaan besar swasta terkait sengketa lahan di kecamatan tersebut.
Itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan di Pulang Pisau, belum lama tadi.
Diterangkannya, dalam putusan tersebut, Mikan salah seorang warga desa Goha telah dinyatakan bersalah dan divonis 2 tahun masa tahanan oleh majelis hakim lantaran terbukti bersalah merampas alat berat dan mengancam saat prosesi ritual adat Hinting Pali.
"Putusan pengadilan sudah selesai, dan klien kita dinyatakan bersalah. Meski tetap menghormati putusan hakim, tapi kita tidak sependapat dengan putusan tersebut hingga kita ajukan banding. Sebab, klien kita hanya menggelar ritual adat Hinting Pali," ujarnya.
Menurut Rio, ritual adat Hinting Pali yang dulu dilakukan warga termasuk kliennya itu, dilakukan bukan bertujuan untuk mengambil maupun menguasai hak perusahaan, apalagi sampai  menghentikan aktivitasnya. Hinting Pali ini, terangnya, tidak lain ialah semacam ritual adat untuk mempertahankan lahan yang dianggap warga sebagai haknya dari tangan perusahan.
"Itu salah satu cara warga dalam menuntut agar sengketa lahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi, Hinting Pali ini bukan mengambil tetapi supaya tidak ada aktivitas terlebih dahulu sebelum masalah itu diselesaikan. Cuman pertimbangan hakim lain, seolah-olah klien kita mengambil alih alat berat atau merampasnya dari pihak perusahaan sehingga dianggap bersalah," ucapnya.
Ironisnya, menurut Rio, dalam tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), pihaknya menuntut 2 tahun masa tahanan hingga putusan hakim 2 tahun tanpa adanya pertimbangan.
Ditambah lagi, lanjut Rio, tidak ada bukti yang memberatkan Mikan. Sehingga membuat kuasa hukumnya keberatan dan akan mengambil langkah lainnya, salah satunya mengajukan banding.
"Upaya ini agar warga lainnya tidak menjadi korban yang sama. Kita sudah lapor masalah ini ke DPRD dan DAD setemapt. Karena ada kaitan dengan Hinting Pali. Kita juga didukung dengan alat bukti lengkap. Sedangkan kemarin tidak ada pertimbangan dan apabila ini dibiarkan tidak dicegah maka tidak menutup kemungkinan warga akan menjadi korban," tukasnya.
Sementara, Rio dalam kasus ini juga akan menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, yakni langsung melalui Bupati Pulang Pisau.
"Sebelumnya, Pemkab Pulpis juga pernah menyurati pihak perusahaan, agar dapat menyelesaikan masalah sengketa dimaksud," tutur Rio.
Sementara, guna perimbangan berita, wartawan media ini juga telah menghubungi bagian humas perusahaan dimaksud via telepon seluler. Namun, sampai berita ini dimuat nomor handphone yang bersangkutan diluar jangkauan.[manan]
loading...
TAG