Bupati Ben Terbitkan Edaran, Pangkalan Dilarang Jual Gas 3 Kg Bersubsidi ke Pengecer

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Menyikapi ketidakstabilan harga tabung gas Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Kapuas Kalteng, Bupati Kapuas menerbitkan surat edaran (SE).
Dikeluarkannya SE tersebut bertujuan agar memberikan ketegasan dan kontrol langsung terhadap Agen dan pangkalan yang diduga nakal dalam hal pendistribusian atau penyaluran gas bersubsidi itu.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM, Batu Panahan SH, kepada media ini, Kamis (24/10/2019)
"Pelaksanaan Surat Edaran ini berlaku sejak diterbitkan. Ini menyikapi keluhan masyarakat dan kami meminta kepada pihak-pihak terkait agar ikut mengawasi,” tegasnya.
Hal tersebut lanjut dia tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kapuas Nomor 652/1111/DPPKUKM/DAG/X/2019, tertanggal 23 Oktober 2019, tentang Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG), tabung 3 kilogram (Kg) bersubsidi di wilayah Kabupaten Kapuas.
Salah satu poin SE tersebut adalah melarang pengkalan menjual gas bersubsidi itu ke pengecer, ditegaskan LPG 3 Kg hanya bisa dijual ke masyarakat kurang mampu.
"Ini respons cepat Pemkab Kapuas menyikapi ketidakstabilan harga gas LPG 3 kilogram bersubsidi dan mengalami
kenaikan yang cukup signifikan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) di masyarakat," terang Panahan.
Surat edaran itu, lanjutnya, ditujukan kepada seluruh Agen gas LPG, seluruh pangkalan Gas LPG di Kabupaten Kapuas.
Surat tersebut dikeluarkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Bumi dan Gas, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 28 Tahun 2008 tentang HET LPG 3 Kg, Surat Keputusan Gubemur Kalimantan Tengah No. 188.44/383/2016 Tanggal 12 Agustus 2016 Tentang HET LPG Tabung 3 Kg di Kabupaten Kapuas, Surat Edaran Gubemur Kalimantan Tengah No. 700/2.849fil.3/DESDM Tanggal 29 Desember 2017 Tentang Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg Bersubsidi di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam edaran tersebut ditegaskan beberapa poin yang harus menjadi perhatian, di antaranya juga tidak diperkenankan kepada pangkalan melayani atau menjual LPG tabung
ukuran 3 Kg bersubsidi kepada toko dan pengecer atau kios (warung), kecuali kepada warga masyarakat di sekitar pangkalan.[zulkifli]
loading...
TAG