Bersama Aparatur Desa, Pemkab Gelar Sosialisasi Cegah Stunting

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Untuk mencegah dan menurunkan angka Stunting di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar Sosialisasi Konvergensi Pencegahan Stunting
Kegiatan yang dilakasanakan di Aula Beppedalitbang Pemkab Pulang Pisau itu dihadiri ratusan aparatur Desa di wilayah Bumi Handep Hapakat, Rabu (2/10/2019).
Dalam sambutan Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo yang dibacakan Asisten I Setda Pulang Pisau, Susilo I Tamin menyatakan kondisi stunting adalah kondisi ketika seorang anak gagal berkembang akibat kurang gizi kronis sejak dalam kandungan.
"Stunting tidak hanya berdampak pada fisik anak yang ditandai dengan tinggi badan rendah, melainkan juga menghambat perkembangan kognitif serta kesehatan anak," ucapnya.
Menurutnya, efek stunting akan berdampak seumur hidup dan dapat berlanjut dari generasi ke generasi berikutnya. Anak perempuan yang terlahir dengan nutrisi yang buruk, dan menjadi stunted saat anak-anak, seringkali akan tumbuh menjadi ibu dengan nutrisi yang buruk. Ibu ini kemudian akan melahirkan bayi dengan gizi buruk pula.
"Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bersepakat menargetkan agar angka stunting di Indonesia bisa diturunkan hingga 19 persen pada 2024. Target tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024," ungkapnya.
Stunting tidak dapat disembuhkan, ungkapnya, namun dapat dicegah. Pertama Selama kehamilan, ibu harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan Ibu hamil melakukan pemeriksaan minimal 4 kali selama kehamilan.
Selanjutnya, tambah Susilo, memberikan stimulasi pada janin dalam kandungan, Ibu memberikan IMD ASI Eksklusif selama 6 bbulan dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) sampai dengan usia 2 tahun dan Memperkenalkan makanan bergii pada anak sesuai dengan usia serta Memberikan stimulasi (rangsangan) kepada anak sesuai dengan usianya dan memantau perkembangan anak dengan Kartu Kembang Anak (KKA).
"Dengan kegiatan ini diharapkan aparatur Desa dapat mensosialisasikan ini kepada masyarakat desa untuk mencegah Stunting," tutup Susilo yang didampingi Kepala DPMD, Bappedalitbang dan beberapa narasumber lainnya dari Dinas Kesehatan Pulpis.[manan]
loading...
TAG