Berburu Babi Malah Tertembak Warga Hingga Tewas

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Berniat berburu babi hutan, seorang berinisial RTN (54), malah menembak seorang warga.
Kejadian berlangsung di area HPH PT Trisetiya Gunung Usang, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel) pada Jumat 20 September 2019 lalu sekira pukul 18.00 WIB.
Atas kejadian tersebut, korban bernama Nata (39) warga Desa Ugang Sayu tewas di lokasi kejadian setelah menjadi korban peluru nyasar oleh pelaku saat berburu babi hutan di area perusahaan tersebut.
Diketahuinya bekas tembakan, setelah ada kejanggalan di tubuh korban usai jenazah dimandikan, yaitu berupa luka dengan lobang sebesar jari pada bagian dada sebelah kiri korban.
Dari hasil pemeriksaan, diduga korban mengalami bekas luka tembakan mengenai bagian dada dan tembus ke jantung.
Kapolsek GBA, Iptu Rahmat Saleh Simamora mewakili Kapolres Barsel, AKBP Wahid Kurniawan menuturkan, kejadian saat pihaknya mendapat laporan dari saudara korban bernama Eka.
Selanjutnya, berdasarkan surat pengaduan tersebut, Polsek GBA melakukan penyelidikan hingga berhasil mengungkap pelaku.
"Setelah melakukan penyelidikan pelaku berinisial RTN ini menjelaskan bahwa meninggalnya korban karena tertembak saat Ia menembak babi hutan di tempat kejadian, tetapi babinya tidak kena dan pelurunya nyasar menembus dada korban," ujar Kapolsek menerangkan, Senin (14/10/2019).
Selanjutnya, kata Kapolsek, pihak Satreskrim Polres Barsel bersama Polsek GBA mendatangi tempat kejadian di hutan area HPH perusahan dimaksud.
Lalu, di lokasi pihaknya berhasil mengamankan satu pucuk senjata rakitan dengan Magazen berisi dua butir peluru aktif dan satu butir selongsong peluru yang sudah ditembakkan pelaku.
"Dengan ini, pelaku akan kita terapkan pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 Jo Pasal 359 KUHP," tegasnya.
Atas kejadian tersebut, tambah Kapolsek, berharap kejadian ini agar tidak terulang  lagi dikemudian hari.
Dari itu, kepada semua masyarakat yang masih memiliki senjata api dalam bentuk apapun untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian setempat.
"Kalau diserahkan tidak akan dikenakan proses hukum, namun apabila menemukan masyarakat yang masih memiliki dan menggunakan senjata api tanpa ijin akan dilakukan proses hukum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951 tersebut," pungkasnya.[kenedy/ruhui]
loading...
TAG