Walhi Kalteng: Kotim Daerah Terbanyak Alami Konflik Lahan

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Berbagai hal menarik terungkap secara gamblang dalam diskusi terbuka bertajuk Sawit Dan Masa Depan Kotawaringin Timur (Kotim) yang di gelar di Kampoeng Kuliner Brenzeel 48, Minggu (29/9/2019) malam.
Diskusi yang menghadirkan pembicara dari berbagai disiplin ilmu dan lembaga ini juga dihadiri oleh peserta dari berbagai lapisan masyarakat Kotim serta pelajar dan mahasiswa.
Diskusi ini digagas kaum milenial Kotim yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan untuk membahas dan mencari solusi menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi dan ditimbulkan dari kehadiran perkebunan kelapa sawit.
Acara ini juga fokus membicarakan berbagai dampak positif dan negatif dari perkebunan sawit, masalah perizinan, kewajiban perusahaan, dan evaluasi mengenai kegiatan perusahaan sawit.
Executive Director Walhi Kalteng, Dimas Novian Hartono yang turut hadir sebagai pembicara mengungkapkan, dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit di Kotim saat ini menjadi daerah terbanyak yang mengalami konflik lahan.
"Perlu dilihat sistem penguasaan lahan yang monopolis sehingga lahan yang dikelola oleh masyarakat terbatas. Harus dilakukan perbaikan tata kelola izin lahan dan kebijakan pemerintah saat ini cenderung pro perusahaan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, Untung TR mengaku pesimis bahwa kehadiran perkebunan kelapa sawit akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Kotim.
"Hampir setiap hari ada laporan yang masuk ke DAD Kotim mengenai berbagai permasalahan yang timbul dengan melibatkan warga dan pihak perusahaan," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua sementara DPRD Kotim, Rimbun ST mengungkapkan,  pihaknya kerap mempertanyakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Pemkab Kotim terhadap perkebunan sawit namun hingga saat ini belum ada hasilnya.
"Bahkan luasan perkebunan sawit yang sebenarnya di Kabupaten Kotim pun kami belum memiliki datanya," cetusnya.
Diskusi terbuka yang pertama kalinya diadakan ini dipandu oleh mantan wartawan senior Kotim, Ruslan Abdul Ghani.
Pada puncak kegiatan, ketua panitia diskusi terbuka ini, Zam'an SE MM yang juga seorang pengusaha kuliner ini mengaku puas dan berterima kasih kepada berbagai pihak dan narasumber yang telah menyukseskan acara ini.
"Semoga ke depan kami akan dapat melaksanakan kegiatan serupa secara rutin dengan kembali menghadirkan berbagai pembicara untuk mendiskusikan berbagai permasalahan di Kotim untuk mencarikan solusi yang terbaik," tukasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dari pihak panitia diskusi kepada para pembicara.[tomi]
loading...
TAG