Terkesan Alergi, Kepala DPPKAD Pulpis Tolak Wartawan Konfirmasi Realisasi Serap Anggaran

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Sejumlah awak media yang bertugas di wilayah Kabupaten Pulang Pisau menyayangkan sikap Kepala DPPKAD Pulang Pisau, Toni Harisinta.
Itu karena saat hendak dikonfirmasi oleh sejumlah jurnalis, Toni enggan dan menolak secara langsung kehadiran insan pers tersebut.
Bahkan, bertepatan dengan itu, salah satu penjaga loket di dinas tersebut menyatakan, "Maaf pak, bapak tidak bisa ditemui," ujar pencaga loket itu dengan lantang, Kamis (26/9/2019).
Mendapat respon seperti itu, tentunya membuat sejumlah awak media lainnya merasa kecewa atas sikap Kadis PPKAD Pulang Pisau. Padahal sejumlah awak media tersebut hanya ingin mengkonfirmasi terkait realisasi serapan di triwulan ketiga ini.
Sebagaimana diketahui bersama, serapan realisasi fisik saat ini baru mencapai 53,09 persen, dan realisasi keuangan baru 44,85 persen.
Pertanyaannya, sejauh ini apakah ada peningkatan hasil realisasi tersebut, entah itu melalui pembayaran dan sebagainya oleh DPPKAD Kabupaten Pulang Pisau untuk meningkatkan capaian realisasi tersebut.
Anehnya lagi, saat itu penjaga loket yang bersangkutan seperti sudah paham, bahwa Kepala Dinas bersangkutan menolak untuk di wawancarai wartawan.
Ternyata, ketika di konfirmasi kepada orang-orang yang ada dilingkungan DPPKAD, bahwa Kepala DPPKAD memang cukup sulit untuk di wawancarai oleh awak media, dan bahkan yang bersangkutan selalu melempar tugas tersebut kepada Kepala Bidang (Kabid).
Namun, ketika para wartawan sudah mengkonfirmasi ke Kabid di lingkungan DPPKAD, hingga berita tayang Kadis dimaksud malah emosi atas statement dari Kabid tersebut. Hingga menyalahkan apa yang disampaikan oleh Kabid nya itu salah.
"Maaf pak, kami tidak berani memberikan keterangan, nanti takutnya kami yang disalahkan lagi," ucap salah satu Kabid seraya di dinas tersebut.
Dengan adanya kejadian seperti ini, tentunya sangat ironis dan disayangkan.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua PWI Kabupaten Pulang Pisau, M Yakin Efendi sangat menyayangkan adanya penolakan kepada wartawan yang kebetulan menjalankan tugas jurnalisnya untuk mengkonfirmasi kepada Kadis dimaksud.
"Kita berharap dan sekaligus meminta kepada kadis bersangkutan dan seluruh kadis-kadis lainnya agar memahami tugas pers. Karena kita kerja dilindungi UU, apalagi sekarang ada KIP atau Keterbukaan Informasi Publik," tutur Yakin yang juga wartawan senior di harian Tabengan, Kamis (26/9/2019).
Dikabarkan pula, Kadis tersebut sudah biasa menolak awak media jika bertandang ke Dinasnya, bahkan sebagian awak media pun sudah memahami sikap Kepala Dinas yang berpostur tubuh sedang serta berkacamata ini, dan diduga Kepala DPPKAD Pulpis ini cukup alergi dengan Wartawan.
Sementara, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut Kadis bersangkutan belum ada tanggapan, sampai berita ini dimuat.[manan]
loading...
TAG