Tergiur Upah Besar, Pasutri Ini Nekat Jadi Kurir Sabu

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Pasangan suami istri (pasutri), Selfi - Hery ini nekat menjadi kurir narkotika jenis sabu karena tergiur upah besar. Tak tanggung-tanggung mereka membawa barang haram seberat 500 gram dari Banda Aceh ke Palangka Raya.
"Barang tersebut didapat dari Banda Aceh, rencananya akan diserahkan kepada Amang Tengkiling," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wagiman, Rabu (18/9/2019).
Ditambahkan Wagiman, berdasarkan keterangan terdakwa mereka berdua mendapatkan upah Rp6 juta per onsnya. Akan tetapi keduanya belum menerima upah tersebut, karena keburu tertangkap BNN.
"Upahnya segitu, barang bukti yang dibawa mereka diselipkan di sepatu yang dipakai keduanya supaya mengelabui petugas," jelasnya.
Bahkan, tegasnya, untuk berangkat ke Banda Aceh pun keduanya dibiayai oleh Amang Tengkiling dengan uang Rp20 juta. Sedangkan untuk tes urine sang istri negatif, kalau suaminya positif menggunakan sabu.
"Pengakuan dari sang suami sudah dua kali, sedangkan sang hanya istri sekali melakukan bisnis haram ini," bebernya.

Terpisah, ayah kandung Hery menegaskan anaknya ini tidak pernah melakukan hal tersebut. Bahkan pekerjaannya pun hanya sebagai sopir mengambil ikan dan ia pun hanya mengambil upah.
"Sekolah saja hanya sampai SD, membaca pun tidak bisa. Jadi kepikiran anak saya melakukan hal tersebut pun tidak ada," tandasnya.[kenedy]
loading...
TAG