Tegas..! Sambungan Liar PDAM Sampit akan Diputus

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Karena dinilai banyak merugikan PDAM dan konsumen yang memiliki rekening resmi, PDAM Dharma Tirta Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil tindakan tegas dengan memutus setiap sambungan ilegal atau tidak resmi yang ditemukan tim penertiban PDAM di lapangan.
Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit, Ir Firdaus Herman Ranggan mengatakan, tindakan tegas ini perlu di ambil agar tidak merugikan pihak lain yang sudah membayar secara resmi dengan PDAM.
"Apabila kami menemukan sambungan liar di lapangan maka akan langsung kami putus tidak ada toleransi dalam hal ini dan untuk menyambung kembali akan kami kenakan denda," ujarnya kepada kabarkalteng.com, Kamis (26/9/2019).
Namun menurutnya, apabila warga datang sendiri ke kantor PDAM dan mengakui sambungan di rumahnya ilegal dan berniat akan menyambung kembali secara resmi maka pihak PDAM akan memberikan kebijakan khusus.
Sementara itu, pada musim kemarau ini Firdaus menjelaskan, instalasi pengolahan air baku yang berada di wilayah Kecamatan Baamang dan Ketapang sementara ini masih aman.
"Yang mulai terganggu adalah cabang kita yang berada di wilayah selatan seperti daerah Samuda dan sekitarnya, namun kita masih memiliki cadangan air baku di daerah Sungai Ramban," jelasnya.
Apabila situasinya menjadi sangat mendesak, sambungnya, maka air baku dari Sungai Ramban itu akan disalurkan ke instalasi di Sungai Lepeh lalu akan di drop sampai daerah Samuda.
Ditambahkan, air baku yang bermasalah di wilayah Samuda itu adalah pada saat air pasang karena membawa air laut.
"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat pengguna air PDAM agar dapat berhemat dan bijaksana menggunakan air bukan hanya pada saat kemarau saja karena kita masih kekurangan air bersih," tutupnya.[tomi]
loading...
TAG