Status Siaga Darurat Karhutla, Polres Kapuas Tetapkan Enam Tersangka

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Memasuki pertengahan September 2019, sejak ditetapkannya status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang awalnya dari 25 Mei hingga 28 Agustus diperpanjang hingga 30 Oktober 2019, Kepolisian Resort Kapuas setidaknya telah menetapkan 6 status tersangka pelaku Karhutla.
Dua kasus Karhutla terbaru dirilis polres Kapuas, Rabu (11/9/2019), Kabag Ops Polres Kapuas AKP Iqbal Sengaji didampingi Kasat Reskrim AKP Sony Anugerah, Kapolsek Kapuas Hilir AKP Darwin dan Kapolsek Pulau Petak, Iptu Daswin menggelar press release terkait pengungkapan kasus pembakaran hutan yang terjadi di dua wilayah yakni di Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak dan di Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.
"Sejak ditetapkannya status siaga darurat Karhutla, hingga kini sudah ditetapkan sebanyak enam tersangka," beber Iqbal, dihadapan sejumlah awak media.
Terbaru Polres Kapuas melakukan ungkap kasus  dengan menetapkan dua orang tersangka yakni, LY (89), dan MD (68), keduanya disangkakan melakukan pembakaran hutan dan lahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 108 Jo pasal 69 ayat 1 huruf h UU RI No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup dan atau Pasal 187 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP.
"Untuk saat ini, kedua pelaku ini menjalani proses hukum, proses penyidikan di Sat Reskrim  Polres Kapuas, yang tentunya join investigasi dengan polsek, dalam rangka pemenuhan alat bukti dan saksi-saksi," pungkas Iqbal.[zulkifli]
loading...
TAG