Sinergitas TNI Polri, Dandim dampingi Kapolres Kapuas Ungkap Kasus Karhutla

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Sinergitas TNI - Polri ditunjukkan Polres Kapuas saat menggeler pers rilis ungkap kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah itu.
Dandim 1011/klk Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono turut hadir saat Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro didampingi Kabag Ops AKP Iqbal Sengaji dan Kasat Reskrim Soni Riski Anugrah, mengelar pers rilis mengungkap Karhutla yang terjadi di Kecamatan Selat dan Kecamatan Mantangai.
Polres Kapuas resmi menetapkan dua tersangka untuk dua tempat kejadian perkara yang berbeda, pria berinisial SK (64) warga Kecamatan Wates, Blitar, Jawa Timur, dengan TKP Dusun Tanjung Jaya, Desa Muroi, Kecamatan Mantangai, kejadian pada 13 Agustus 2019.
"Pada saat petugas melaksanakan patroli, ditemukan terlapor sesaat dan sesudah melakukan pembakaran lahan, dengan menggunakan korek api gas, mengakibatkan kebakaran hutan seluas 1 hektare," kata Kapolres.
Tersangka berikutnya laki-laki berinisial ZN (42) warga Desa Pulau Telo Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
"Kejadian pada 2 September 2019 lalu, di Desa Pulau Telo, tersangka kedapatan melakukan pembakaran lahan menggunakan korek api gas, mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 120 meter kuadrat terbakar," ungkap Tejo.
Untuk kedua tersangka Karhutla ini, akan dikenakan pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h Undang-undang RI nomor  32 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan atau pasal 187  ayat (1) KUHP dan Pasal 188 KUHP.
Sementara itu Dandim 1011/Klk Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono mengatakan terkait Karhurla TNI Kodim 1011 menyiagakan seluruh personilnya.
"Diantaranya ditempatkan pada Satgas Gabungan, yaitu TNI -Polri dan masyarakat dan komandonya tetap pada Posko Induk BPBD Kapuas," kata Dandim.[zulkifli]
loading...
TAG