Polsek Kapuas Barat Imbau Warga Ganti Metode Membakar Jadi Mengolah Lahan

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS -  Berbagai upaya pencegahan Karhutla terus dilakukan aparat kepolisian, salah satunya melalui sosialisasi sambang yang dilakukan Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno.
Bersama Kanit Bias Bripka Arbain, Kapolsek Eko mengunjungi lokasi kelompok Tani Kelampan Jaya di Kecamatan Kapuas Barat, Sabtu (7/9/2019).
Kapolsek Eko bersama personelnya melakukan giat sosialisasi tentang larangan membuka lahan dengan membakar kepada peserta program kewirausahaan SMU 1 Kapuas Barat.
"Giat ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran sekaligus praktek lapangan tentang peningkatan produktifitas pertanian dengan cara menerapkan pertanian tanpa bakar dan pengolahan pertanian dengan cara yang alami dan ramah lingkungan," terang Eko.
Eko menekankan perlunya menjaga ekosistem demi kelestarian alam dari dampak kerusakan, akibat membakar lahan  dan membuka lahan pertanian dengan membakar lahan.
"Baik dilakukan dengan sengaja atau tidak adalah perbuatan tindak pidana, yang dilarang oleh undang-undang  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 dan 188 KUHpidana, Pasal 78 Undang-undang 41 Tahun 1999, Pasal 99 (1) , Pasal 108, Pasal 116, Pasal 118, Pasal 119 Undang-undang nomor 32 Tahun 2009, Pasal 108 Undang-undang nomor39 Tahun 2014," paparnya.
Melalui kegiatan pelatihan wira usaha ini, lanjut dia, diharapkan pelajar SMU 1 Kapuas Barat menjadi agen pelopor dalam pencegahan tindak pembakaran hutan dan lahan.
Sebagai pemuda harapan bangsa, pelajar harus sejak dini memiliki kesadaran tentang bahaya Karhutla dari aspek kesehatan, lingkungan dan hukum pidana, sehingga di masa depan diharapkan kebiasaan membuka lahan dengan membakar dapat di tinggalkan dan tidak terjadi di wilayah Kabutaten Kapuas pada khususnya dan Kalimantan tengah pada umumnya.
"Stigma sebagai bangsa pengekspor asap akan dapat dikikis dan tidak melekat lagi dalam jati diri bangsa indonesia," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG