Pengajian Korpri, Ustaz Suryadi Ingatkan Pentingnya Berdoa

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pulang Pisau, Ustaz H Suryadi mengingatkan agar senantiasa membiasakan diri membaca doa dalam setiap aktifitas keseharian.
Hal itu diungkapkannya saat menyampaikan tausyiah di hadapan jemaah pengajian Korpri Kabupaten Pulang Pisau di masjid Agung Ar-raudhah, Jumat pagi (27/9/2019).
"Sangat berbeda pekerjaan kita sehari hari yang diawali dan diakhiri dengan doa ketimbang aktifitas kita yang tidak disertai doa, aktifitas yang disertai doa akan membawa keberkahan," ujarnya dihadapan seluruh jemaah.
Diungkapkannya, Allah membenci orang-orang yang sombong, dan ciri orang yang sombong itu salah satunya adalah orang yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.
"Jadi apabila kita tidak ingin dicap Allah sebagai orang-orang yang sombong, maka perbanyaklah berdoa, tidak hanya waktu sholat saja, tapi kalau bisa disetiap kita beraktifitas hendaknya disertai dengan doa-doa harian," tukasnya.
Dalam pengajian yang dihadiri para pejabat, ASN dan tenaga honorer itu, Ustadz H Suryadi juga membeberkan cara menghafal doa-doa harian dimaksud. Salah satunya dengan membeli buku kumpulan doa harian, selanjutnya pelan-pelan menghafalnya.
Atau dengan metode menempelkan doa-doa harian tersebut ditempat dimana kita hendak melakukan aktifitas sehari-hari.
"Misalnya doa makan dan selesai makan bisa kita tempel di ruang makan, doa tidur dan bangun tidur kita tempelkan didekat tempat tidur, doa masuk dan keluar toilet kita tempelkan di pintu toilet, dan doa hendak keluar rumah kita tempelkan dipintu keluar masuk rumah, dengan demikian secara tidak langsung kita akan hafal dengan sendirinya tanpa harus secara khusus menghafalnya," ungkapnya.
Disela ceramahnya, ustadz H Suryadi juga mengatakan bahwa kegiatan pengajian Korpri ini dilaksanakan sebulan sekali.
"Beberapa bulan ini sempat tertunda karena hal teknis, namun Alhamdulillah kali ini kita bisa kembali melaksanakan pengajian, dan mudah-mudahan bisa Istiqomah di masa masa mendatang," paparnya.[manan]
loading...
TAG