PDAM Sampit Ancam Pecat Pegawai Terlibat Sambungan Ilegal

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Peringatan keras dilontarkan Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit, Ir Firdaus Herman Ranggan terkait penertiban sambungan ilegal PDAM di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Apabila terbukti ada pegawai PDAM Dharma Tirta Sampit yang terlibat dalam pemasangan instalasi yang illegal ini akan di ambil tindakan tegas bahkan sampai pada tindakan pemecatan dengan tidak hormat," tegas Firdaus kepada kabarkalteng.com, Senin (2/9/2019).
Dikatakannya, perbuatan itu akan berakibat pada tekanan air menjadi kecil, biaya operasional menjadi besar dan beban akan ditanggung bersama oleh warga yang memiliki instalasi sambungan PDAM yang resmi.
"Jadi apabila pihak kami menemukan ada instalasi illegal maka sambungan tersebut akan langsung diputus tidak ada toleransi," katanya.
Menurutnya, apabila ada warga yang menyambung PDAM secara ilegal agar segera menyelesaikannya ke kantor PDAM. Bagu masyarakat Kotim yang mengetahui sambungan PDAM ilegal di lingkungannya diminta segera menghubungi dan memberitahukan kepada petugas PDAM. Kerahasiaan pelapor dijamin.
"Sejauh ini dari hasil razia dan pantauan kami di lapangan ada sekitar 60 kasus di Kotim dan tidak tertutup kemungkinan akan terus bertambah," ungkapnya.
Terkait maraknya pembangunan jalan dan gorong-gorong di seputaran dalam Kota Sampit, Firdaus mengungkapkan kegiatan itu cukup mengganggu kelancaran distribusi air PDAM kepada pelanggan. Beruntung berkat kesigapan anggota di lapangan hal itu dapat diatasi.
"Distribusi air PDAM sempat terganggu di daerah yang mengalami perbaikan jalan dan gorong-gorong, namun dapat segera kami selesaikan instalasi sambungan yang terputus agar keperluan masyarakat akan ketersediaan air bersih dapat terpenuhi," pungkasnya.[tomi]
loading...
TAG