Operasi Patuh Telabang 2019, Kendaraan Berknalpot Brong Juga Jadi Sasaran

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Operasi Patuh 2019 secara serentak dilakukan di seluruh Indonesia mulai 29 Agustus sampai 11 September 2019, tak terkecuali di wilayah hukum Polres Kapuas.
Ada beberapa jenis pelanggaran yang dijadikan target operasi tersebut, yaitu pelanggaran helm yang tidak SNI, pengendara yang mengkonsumsi alkohol, pengendara yang menggunakan lampu rotator, pengendara di bawah umur, pelanggaran sabuk keselamatan, menggunakan handphone saat berkendara, melawan arus, dan juga melebihi batas kecepan maksimal.
Ternyata tidak hanya itu, petugas kepolisian juga menarget pengendara yang menggunakan knalpot brong pada kendaraannya.
Pada operasi patuh telabang 2019, hari ke delapan, Satlantas Polres kembali menjaring puluhan pelanggar lalu lintas.
"Pengendara yang kendaraannya menggunakan knalpot brong juga akan kami lakukan penindakan," kata 
Kanit Reg Ident Ipda Nur Rokhim usai menggelar operasi Patuh di Kawasan Taman Budaya, Jalan Tambun Bungai, Jumat (6/9/2019).
Sebab pengendara yang kendaraannya menggunakan kenalpot brong bisa mengganggu pengendara lain, terutama karena suaranya yang keras dan menggelegar. Sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan berkaitan suara knalpot.
"Pelanggaran yang terjaring sore ini STNK 7, SIM 3, serta 2 knalpot brong, besok dilanjutkan lagi sampai tanggal 11 September 2019, agar benar-benar tertib berlalu lintas," tegasnya.
Sebelum itu, operasi yang digelar pada pagi harinya di depan Masjid Agung, Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas, polisi menindak sebanyak 61 pelanggar.
"Pelanggaran rata-rata tidak menggunakan helm, knalpot blong. Untuk pajak mati ini bisa bayar di tempat melalui layanan Samsat keliling tidak dikenakan tilang," pungkasnya.[zulkifli]
loading...
TAG