Kerja Dekat Sandung, Fordayak KT Pulpis Ingatkan Kontraktor

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Forum Pemuda Dayak Kalimantan Tengah (Fordayak KT) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mengingatkan untuk rekanan pemerintah atau yang biasa disebut kontraktor, saat sedang melaksanakan kegiatan/pekerjaan terutama di area yang dikeramatkan dan dilestarikan oleh Suku Dayak, agar berhati-hati.
Jangan sampai merusak atau bahkan berbuat yang tidak sepantasnya yang dapat membuat para leluruh marah (Tulah).
Hal itu disampaikan Wakil Ketua II Fordayak KT Kabupaten Pulpis Benny Diktus, Senin (2/9/2019) saat memantau pembangunan yang dilaksanakan di dekat Sandung di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.
"Sandung adalah tempat menyimpan tulang orang yang sudah meninggal, yang dikramatkan Suku Dayak. Pembuatan sandung juga dengan rituan yang disebut Tiwah. Jadi harus hati-hati jangan sampai merusak keasriannya karena itu akan mengganggu arwah para leluruh yang ada di sana," ucap Benny.
Menurutnya pihaknya sangat mendukung Pemerintah dalam melakukan pembangunan. Bahkan pihaknya siap berpartisifasi dalam pembangunan tersebut.
Namun yang perlu diingat jangan sampai pembangunan merusak tatanan yang telah diwariskan leluhur. Bahkan seharusnya warisan itu harus dilestarikan.
"Tidak hanya Sandung, banyak yang diwarikan leluhur kita yang perlu dijaga, seperti situs budaya, pasah petahu dan lain-lainnya. Karena kepercayaan Kami suku dayak kalo itu sampai terjadi ada yang membuat para arwah leluhur itu marah mengakibatkan bala, dan itu tidak hanya ditanggung oleh si perusak saja. Kita juga akan kena akibatnya," katanya
Ia berharap agar ini bisa dipahami oleh pemerintah dan pihak rekanan agar semua pihak saling menjaga dan melastarikam yang telah diwariskan oleh leluhur terdahulu.
"Kalo kata orang tua dulu. kita ingin bekerja di lokasi yang dikeramatkan itu, kita harus meminta izin kepada mereka yang disitu. Kalo tidak kerjaan kita tidak akan menuai hasil," tutupnya.[manan]
loading...
TAG