Kalteng Raih Prestasi Nasional Keterbukaan Informasi Publik

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah tidak diragukan lagi di Kalimantan Tengah (Kalteng), dan ini juga menjadi komitmen Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.
Berbagai macam terobosan dan inovasi telah dilakukan Sugianto, tepatnya sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai. Salah satunya adalah tekadnya untuk menjadikan Kalteng sebagai Smart Province.
Soal TIK ini terobosan gubernur melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Kalteng melakukan pembangunan jaringan Fiber Optic (FO) atau pemasangan jaringan Wide Area Network (WAN) di 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Kalteng sepanjang 34 Km.
Ini untuk menunjang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dalam upaya efisiensi dan efektivitas kerja birokrasi.
"FO-nya tersambung ke 43 SOPD sepanjang 34 km, diarahkan untuk intranet antar SOPD sehingga proses bisnis lebih lancar dengan kecepatan up to 1 Gbps," jelas Kadis Kominfo Kalteng, Ir Herson B Aden M.Si, Rabu (4/8/2019).
Herson menjelaskan, aplikasi yang sifatnya internal Pemprov Kalteng berbasis client server tidak perlu lagi menggunakan internet, seperti SIMDA, E-Budgeting, SIP3D dan lain-lain sudah tidak menggunakan internet lagi. Pemasangan FO ini dilakukan untuk mempercepat proses bisnis Government to Government (GtG).
"Saat ini lagi on progress pembangunan jaringan FO antar SOPD, diharapkan bulan oktober sudah tersambung semua, dan bulan nopember bisa diuji coba, hal ini dilakukan untuk mempercepat proses bisnis GtG, jadi tidak ada lagi jaringan lelet atau lambat, serta untuk menghemat biaya karena tidak memakai internet sebagai koneksinya," jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, pemasangan WAN atau FO di 43 OPD ini juga untuk telepon lokal antar SOPD, kemudian terhubung CCTV sehingga tidak perlu lagi membayar jaringan, Video Conference antar SOPD dapat dilakukan, aplikasi bisa terhubung antar SOPD dengan jaringan yang cepat up to 1 Gbps, dan internet bisa disupport dari satu titik di Diskominfo agar terpusat sehingga lebih murah, serta Diskominfo bisa mengendalikan pemakaian internet seluruh SOPD sehingga sesuai dengan kebutuhan.
Tekad gubernur menjadikan Kalteng sebagai Smart Province dengan membuka lebar keran informasi dan data-data pemerintahan membuat komunikasi dengan masyarakat semakin interaktif dan positif.
"Ini semakin mengukuhkan Kalteng menjadi Provinsi yang memiliki keterbukaan informasi publik yang sangat baik di tingkat nasional," ungkapnya.
Baru-baru ini, tambahnya, gubernur Kalteng mendapat penghargaan sebagai gubernur inovatif tahun 2019 dengan kategori pelayanan masyarakat dalam ajang Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019 yang digelar pada Kamis (22/8/2019) lalu di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) bertajuk Inovasi Untuk Indonesia Unggul.[kenedy/adv]
loading...
TAG