Kabut Asap Sampit Masuk Kategori Berbahaya

Print Friendly and PDF
SAMPIT - Akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak dan meluas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa hari belakangan ini, menyebabkan aktivitas warga mulai terganggu.
Dari pantauan kabarkalteng.com, jarak pandang dalam kota Sampit hanya berkisar sekitar 20 meter, terutama pada pagi dan sore hari yang akan bertambah pendek jarak pandang ke arah luar kota Sampit, akibat kabut asap yang cukup pekat.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit, Nur Setiawan mengatakan, kabut asap pada hari ini memang terpantau sangat pekat dan kualitas udara di wilayah Kotim untuk saat ini masuk dalam kategori berbahaya.
"Warga diimbau agar selalu menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujarnya, Jumat (6/9/2019).
Menurutnya, kabut asap yang terjadi pada hari ini memang lebih pekat daripada hari-hari sebelumnya dikarenakan di samping penyumbang asap dari wilayah selatan Kotim kini di sekitar kota Sampit sendiri sudah banyak terjadi Karhutla.
"Sejak berdirinya posko karhutla Kotim pada tanggal (3/7/2019) lalu, pada saat ini terpantau titik api yang paling banyak yaitu 347 hot spot," jelasnya.
Dilanjutkannya, titik api itu menyebar merata di wilayah Kotim, namun yang terbanyak adalah di wilayah selatan seperti daerah Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, dan Pulau Hanaut.
"Keadaan ini juga berimbas pada transportasi udara hingga mengakibatkan terjadi cancel pada beberapa maskapai dengan tujuan Sampit," ungkapnya.
Dari prediksi BMKG Stasiun Haji Asan Sampit diperkirakan kemarau di wilayah Kalteng terutama wilayah Kotim akan berakhir pada kisaran 20 Oktober dan pada akhir Oktober 2019 diperkirakan akan masuk musim transisi musim penghujan.
Terpisah, Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Havandi membenarkan, kabut asap ini yang pekat sangat mempengaruhi jarak pandang yang aman untuk melakukan pendaratan sehingga terjadi beberapa kali cancel pada maskapai penerbangan Nam Air dan Wings Air dengan berbagai tujuan.
"Meskipun itu merupakan tanggung jawab dari pilot untuk memutuskan bisa mendarat atau tidak, namun jarak pandang yang aman untuk bisa mendarat di bandara H Asan Sampit adalah 2.200 meter," tutupnya.[tomi]
loading...
TAG